Harga obligasi 10 tahun JGB berjangka mengalami kenaikan sebanyak 0,10 poin ke poisisi 150.58. Sedangkan imbal hasil dari obligasi 10 tahun JGB harus melemah sebanyak 0,5 basis poin menjadi di 0,030 persen. Sementara imbal hasil obligasi 20 tahun JGB turun 0,5 basis poin menjadi 0.470 persen. Imbal hasil 30 tahun turun 2,0 basis poin menjadi 0,575 persen.
Baca: Ekonomi Jepang Mulai Bergerak Stabil
Mengutip Reuters, Selasa 6 Desember, selain itu, pasar didukung oleh rebound di obligasi Amerika Serikat (AS) sejalan dengan data ketenagakerjaan AS di November, yang memberikan gambaran adanya kondisi yang kuat tapi tidak memajukan pandangan ekonomi pasar yang sudah bullish dan bukannya dipicu aksi ambil untung.
Baca: BoJ Dinilai Perlu Terus Jaga Pelonggaran Kebijakan
Sebelumnya, Bank of Japan (BoJ) harus menjaga pelonggaran kebijakan moneter sampai tingkat inflasi berada di atas target dua persen. Namun demikian, BoJ harus tetap memperhatikan distorsi keuangan yang disebabkan oleh kebijakan lainnya.
Baca: Obligasi Pemerintah Jepang Turun Tipis
Economic Cooperation and Development (OECD) menyatakan, kerangka kebijakan baru BoJ memberikan fleksibilitas yang lebih, tapi tetap masih harus dilihat apakah hal itu bisa berhasil atau tidak dan itu bisa sulit untuk menargetkan imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun.
Baca: BoJ Diminta Berhati-Hati Terapkan Perluasan Stimulus Moneter Lebih Lanjut
Secara keseluruhan, OECD menyambut baik keputusan BoJ pada September silam untuk mengalihkan sasarannya dari kebijakan suku bunga atas kecepatan pencetakan uang, setelah bertahun-tahun melakukan pembelian aset secara besar-besaran gagal untuk membuat ekonomi keluar dari stagnasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News