Di sisi lain, imbal hasil obligasi dengan tenor 10 tahun mengalami kenaikan sebanyak satu basis poin ke 0,020 persen, meski tetap malu-malu pada levelnya untuk waktu sembilan bulan dari posisi tertingginya di 0,045 persen. Adapun imbal hasil memang naik dan turun tergantung dari situasi dan kondisi yang memengaruhinya.
Perdagangan Japanese Government Bond (JGB) di November ditandai dengan adanya tekanan ke atas pada hasil, dengan pelacakan US Treasury, yang harganya turun ke posisi terndah usai Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) pada 8 November silam. Investor melihat harapan bahwa Pemerintahan Presiden AS terpilih Donald Trump akan meningkatkan belanja fiskal.
Baca: BoJ Dinilai Perlu Terus Jaga Pelonggaran Kebijakan
"JGB setidaknya mencoba mengikuti luar pasar, tapi kita sekarang di bawah kontrol kurva yield Bank of Jalan (BoJ). Selama BoJ terus dengan kebijakan moneter seperti sekarang ini maka saya berharap imbal hasil JGB 10 tahun akan tinggal di sekitar nol persen," kata Ahli Strategi Senior Daiwa Securities Keiko Onogi, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/12/2016).
Baca: Ketidakpastian Global Buat BoJ Mulai Khawatir
Di sisi lain, hasil produksi dari industri di Jepang diperkirakan akan menunjukkan sedikit perubahan atau stabil pada Oktober. Hal itu menunjukkan bahwa permintaan domestik mulai ada kebosanan dan dari faktor eksternal menunjukkan stabilitas produksi mengalami hambatan dalam pemulihannya.
Baca: BoJ Diperkirakan Tahan Perluas Stimulus
Dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan Reuters, kepada sejumlah ekonom, menyatakan bahwa produksi industri terlihat cenderung tergelincir sebanyak 0,1 persen pada Oktober dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal itu diperkirakan terjadi usai naik 0,6 persen pada September dan tumbuh 1,3 persen pada Agustus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News