Seorang pejalan kaki melintas di depan Bank of Japan (REUTERS/Yuya Shino)
Seorang pejalan kaki melintas di depan Bank of Japan (REUTERS/Yuya Shino)

BoJ Diperkirakan Tahan Perluas Stimulus

Angga Bratadharma • 01 November 2016 12:51
medcom.id, New York: Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan menahan untuk memperluas stimulus pada Selasa meski sekali lagi harus mendorong kembali waktu untuk memukul target inflasi, memberikan sinyal akan tetap mempertahankan kebijakan. Namun kondisi itu menjadi pengecualian jika ada kejutan berat yang mengancam perbaikan ekonomi Jepang.
 
Baca: BoJ Diminta Berhati-Hati Terapkan Perluasan Stimulus Moneter Lebih Lanjut
 
Upaya BoJ yang menjaga kondisi itu menjadi gambaran bahwa ekonomi terbesar ketiga di dunia itu akan memperluas secara moderat karena kinerja ekspor dan tingkat konsumsi mengalami kelesuan. Sejauh ini, Jepang terus berusaha melakukan perbaikan dan mencapai inflasi dua persen.

Tapi hal itu juga memberikan peringatan bahwa risiko outlook terbilang cenderung ke bawah dan momentum harga mengalami pelemahan, di mana penilaian suram yang tidak biasa menggarisbawahi memudarnya keyakinan pencapaian target yang sulit dipahami.
 
Baca: Produksi Pabrik Jepang Diperkirakan Meningkat di September
 
"Seperti tekanan yang kuat pada penurunan risiko adalah sangat tidak biasa dan menunjukan bank mempertahankan pelonggaran," kata Senior Japan Economist Capital Economics Marcel Thieliant, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (1/11/2016).
 
BoJ Diperkirakan Tahan Perluas Stimulus
Pria berjalan menuju Gedung Bank of Japan (BoJ) di Tokyo, Jepang (REUTERS/Toru Hanai)
 
Dalam kajian kuartalan dari perkiraan yang dirilis bersama keputusan kebijakan, BoJ mendorong kembali waktu untuk memukul target inflasi dua persen menjadi di sekitar tahun fiskal 2018. Namun demikian, BoJ terus berupaya agar target inflasi dua persen itu bisa tercapai seiring dengan perbaikan ekonomi.
 
Baca: Ekspor Jepang Alami Penurunan 6,9% di September
 
Bank sentral juga memangkas proyeksi inflasi untuk tahun fiskal 2017 dan 2018, akibat permintaan luar negeri yang mengalami pelemahan dan memudarnya keyakinan publik bahwa harga dan aktivitas ekonomi masih perlu ditingkatkan lebih maksimal lagi di masa-masa yang akan datang.
 
Sebelumnya, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda telah memundurkan kedua kebijakan radikal dan retorika di masa awal yang menunjukkan tidak akan ada pelonggaran moneter lebih lanjut di masa mendatang. Namun, pelonggaran bisa saja dilakukan asal ada kejutan besar yang datang dari faktor eksternal.
 
Baca: BoJ Siap Tidak Ubah Kebijakan Moneter
 
Dalam sebuah keberangkatan yang jelas dari awal maka kejutan dan kekaguman taktik telah mendorong pola pikir bangsa Jepang dari deflasi. Bahkan, Kuroda telah lesu untuk mengubah sedikit perubahan yang ada di depan, mencoba sesuatu yang masuk akal tapi kejutan itu telah mengalami kegagalan.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan