Seorang pria sedang bekerja di jalur perakitan Mitsubishi Fuso Truck dan Bus Corporation (MFTBC) di Kawasaki, selatan Tokyo, Jepang (REUTERS/Thomas Peter)
Seorang pria sedang bekerja di jalur perakitan Mitsubishi Fuso Truck dan Bus Corporation (MFTBC) di Kawasaki, selatan Tokyo, Jepang (REUTERS/Thomas Peter)

Produksi Pabrik Jepang Diperkirakan Meningkat di September

Angga Bratadharma • 29 Oktober 2016 17:08
medcom.id, New York: Output pabrik Jepang diperkirakan akan mengalami peningkatan untuk bulan kedua secara berturut-turut pada September. Adapun peningkatan itu akan dibantu oleh sektor otomotif dan diharapkan kondisi tersebut memang benar-benar terjadi.
 
Dalam sebuah jajak pendapat yang diselenggarakan Reuters kepada sejumlah ekonom disebutkan produksi industri diperkirakan mengalami peningkatan sebanyak 1,0 persen pada September dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Perkiraan itu sejalan dengan peningkatan 1,3 persen pada Agustus.
 
Baca: BoJ Diminta Berhati-Hati Terapkan Perluasan Stimulus Moneter Lebih Lanjut

"Output pabrik mungkin didukung oleh otomotif dan produksi IT pada Juli-September, tetapi terlalu dini untuk mengatakan apakah produksi industri telah mulai mengambil kenaikan," kata Kepala Ekonom Dai-ichi Life Research Institute Yoshiki Shinke, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (29/10/2016).
 
Baca: BoJ Diperkirakan Tunda Keberlanjutan Pelonggaran Kebijakan
 
Ia berharap kenaikan dalam output pabrik pada periode Juli-September akan sebagian besar disebabkan oleh produksi otomotif yang mulai kembali pulih usai didera gempa bumi pada April di selatan Jepang. Selain itu, diharapkan didukung oleh sektor IT.
 
Produksi Pabrik Jepang Diperkirakan Meningkat di September
Sejumlah karyawan sedang bekerja di sebuah pabrik di Kazo, utara Tokyo,
Jepang (REUTERS/Issei Kato)
 
Kendati demikian, dirinya meminta agar Pemerintah Jepang tetap berhati-hati dan waspada karena dorongan semacam ini mempunyai potensi tidak akan bertahan cukup lama. Artinya, perlu ada cara dan strategi lain agar perekonomian Jepang terus terakselerasi secara maksimal di masa mendatang.
 
Baca: BoJ Butuh Waktu Lebih Capai Sasaran Target Inflasi
 
Adapun jajak pendapat tersebut menunjukkan penjualan ritel mengalami penurunan sebanyak 1,8 persen pada September dibandingkan dengan tahun lalu menyusul penurunan revisi 2,2 persen pada Agustus, menunjukkan belanja konsumen tetap lemah.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan