Dalam sebuah jajak pendapat yang diselenggarakan Reuters kepada sejumlah ekonom disebutkan produksi industri diperkirakan mengalami peningkatan sebanyak 1,0 persen pada September dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Perkiraan itu sejalan dengan peningkatan 1,3 persen pada Agustus.
Baca: BoJ Diminta Berhati-Hati Terapkan Perluasan Stimulus Moneter Lebih Lanjut
"Output pabrik mungkin didukung oleh otomotif dan produksi IT pada Juli-September, tetapi terlalu dini untuk mengatakan apakah produksi industri telah mulai mengambil kenaikan," kata Kepala Ekonom Dai-ichi Life Research Institute Yoshiki Shinke, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (29/10/2016).
Baca: BoJ Diperkirakan Tunda Keberlanjutan Pelonggaran Kebijakan
Ia berharap kenaikan dalam output pabrik pada periode Juli-September akan sebagian besar disebabkan oleh produksi otomotif yang mulai kembali pulih usai didera gempa bumi pada April di selatan Jepang. Selain itu, diharapkan didukung oleh sektor IT.
.jpg)
Sejumlah karyawan sedang bekerja di sebuah pabrik di Kazo, utara Tokyo, Jepang (REUTERS/Issei Kato)
Kendati demikian, dirinya meminta agar Pemerintah Jepang tetap berhati-hati dan waspada karena dorongan semacam ini mempunyai potensi tidak akan bertahan cukup lama. Artinya, perlu ada cara dan strategi lain agar perekonomian Jepang terus terakselerasi secara maksimal di masa mendatang.
Baca: BoJ Butuh Waktu Lebih Capai Sasaran Target Inflasi
Adapun jajak pendapat tersebut menunjukkan penjualan ritel mengalami penurunan sebanyak 1,8 persen pada September dibandingkan dengan tahun lalu menyusul penurunan revisi 2,2 persen pada Agustus, menunjukkan belanja konsumen tetap lemah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News