Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda (REUTERS/Yuri Gripas)
Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda (REUTERS/Yuri Gripas)

BoJ Siap Tidak Ubah Kebijakan Moneter

Angga Bratadharma • 29 Oktober 2016 14:12
medcom.id, New York: Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda telah memundurkan kedua kebijakan radikal dan retorika di masa awal yang menunjukkan tidak akan ada pelonggaran moneter lebih lanjut di masa mendatang. Namun, pelonggaran bisa saja dilakukan asal ada kejutan besar yang datang dari faktor eksternal.
 
Dalam sebuah keberangkatan yang jelas dari awal maka kejutan dan kekaguman taktik telah mendorong pola pikir bangsa Jepang dari deflasi. Bahkan, Kuroda telah lesu untuk mengubah sedikit perubahan yang ada di depan, mencoba sesuatu yang masuk akal tapi kejutan itu telah mengalami kegagalan.
 
Baca: BoJ Diminta Berhati-Hati Terapkan Perluasan Stimulus Moneter Lebih Lanjut

Pendekatan baru ini akan dipamerkan pada minggu depan, ketika BoJ akan menjaga kebijakan untuk tidak berubah meski penurunan proyeksi menunjukkan Kuroda tidak ingin menunda mencapai target inflasi dua persen sebelum lima tahun masa jabatannya berakhir di April 2018.
 
"Mungkin ada beberapa modifikasi dengan perkiraan kami bahwa inflasi akan mencapai target dua persen selama tahun fiskal 2017," kata Kuroda, yang pertama kalinya menawarkan sebuah petunjuk tentang proyeksi di masa mendatang, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (29/10/2016).
 
BoJ Siap Tidak Ubah Kebijakan Moneter
Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda (REUTERS/Toru Hanai)
 
Kuroda mengatakan kepada parlemen pada pekan lalu bahwa BoJ untuk sementara waktu akan mengulur sedikit waktu untuk mencapai target infasi dua persen. Dalam hal ini, Kuroda menilai, tidak perlu ada pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut pada pertemuan kebijakan BoJ di 31 Oktober sampai 1 November.
 
Baca: BoJ Diperkirakan Tunda Perluas Stimulus di Minggu Depan
 
Harga inti konsumen Jepang mengalami penurunan untuk bulan ke tujuh pada September lantaran pengeluaran rumah tangga Jepang merosot, data menunjukkan pada Jumat. Kondisi itu memperkuat pandangan bahwa BoJ akan mengambil beberapa waktu lagi untuk mencapai target inflasi dua persen.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan