Seorang pria bekerja di sebuah lokasi konstruksi (REUTERS/Thomas Peter)
Seorang pria bekerja di sebuah lokasi konstruksi (REUTERS/Thomas Peter)

Otoritas Jepang Tingkatkan Pengawasan terhadap Penyaluran Kredit Bank

Angga Bratadharma • 12 Desember 2016 16:05
medcom.id, Tokyo: Jepang meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran kredit atau pinjaman yang dilakukan oleh bank di tengah meningkatnya kekhawatiran lonjakan pembiayaan konstruksi untuk blok apartemen baru. Hal itu lantaran ada potensi kredit macet tumbuh di masa mendatang dan tentunya kondisi itu bisa memberikan persoalan.
 
Apartemen kecil dan pengembangan blok kondominium telah menjadi sumber langka untuk pertumbuhan kredit dalam perekonomian yang sedang berjuang untuk menghidupkan kembali aktivitas. Namun, banyak dari itu semua merupakan investasi spekulatif dan bukan permintaan perumahan, karena banyak orang kaya mengejar keringanan pajak.
 
Bahkan, tingkat kekosongan mulai naik, bahkan di pasar perdana seperti Tokyo sebagai pasokan mulai melampaui permintaan. Bank of Japan (BoJ) dan otoritas Badan Jasa Keuangan tidak melihat krisis segera pada kondisi itu, seperti yang menimpa bank-bank Jepang pada 1990-an, tetapi mereka diam-diam mulai bersandar di tepi.

Baca: Obligasi Pemerintah Jepang Turun Tipis
 
"Kami telah mendengar banyak penawaran pinjaman ini diperkenalkan ke bank oleh agen real estate. Ada kemungkinan bank-bank itu tidak memiliki pemahaman yang kuat pada kebutuhan pelanggan mereka atau apa yang terjadi usai mereka memperpanjang pinjaman," kata Direktur Jenderal Inspeksi Biro FSA Hidenori Mitsui, seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/12/2016).
 
Baca: Obligasi Pemerintah Jepang Naik
 
Bagi bank, penyaluran kredit untuk membangun apartemen terlihat seperti bisnis yang baik. Mereka didukung oleh pendapatan sewa yang diharapkan memberi keuntungan maksimal dan adanya tingkat suku bunga yang lebih tinggi daripada pinjaman perumahan kepada individu.
 
Baca: BoJ Dinilai Perlu Terus Jaga Pelonggaran Kebijakan
 
Untuk peminjam, pasar properti menawarkan tarif pajak warisan atau pajak yang lebih rendah dibandingkan dengan aset lainnya, dan mereka bisa mengklaim pemotongan pada pinjaman. Tentu hal seperti ini memberikan keuntungan. Akan tetapi, tetap perlu ada kewaspadaan agar penyaluran kredit tidak memunculkan kredit macet.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan