Pesanan inti, data yang volatilitasnya cukup tinggi dianggap sebagai indikator belanja modal dalam enam sampai sembilan bulan mendatang, mengalami kenaikan sebanyak 4,1 persen pada Oktober dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hasil itu mengalahkan estimasi dari para ekonom dengan peningkatan hanya 1,0 persen.
"Permintaan akan mesin pada dasarnya datar tapi mengambil sedikit (kenaikan). Jika kondisi ini terus terjadi maka belanja modal dapat meningkat di tahun fiskal 2017," kata Kepala Ekonom Norinchukin Research Institute Takeshi Minami, seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/12/2016).
Baca: BoJ Dinilai Perlu Terus Jaga Pelonggaran Kebijakan
Hasil Oktober adalah berita positif yang disambut oleh para pembuat kebijakan di Jepang, yang mengandalkan belanja modal untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di ekonomi terbesar ketiga di dunia. Namun, tidak ditampik ketidakpastian ekonomi memberikan tekanan tersendiri.
Baca: Obligasi Pemerintah Jepang Turun Tipis
Seorang pejabat Kantor Kabinet mengatakan pesanan mesin untuk Oktober-Desember, yang produsen telah perkirakan sebelumnya akan menurun 5,9 persen, mungkin tidak jatuh sebanyak yang diharapkan karena pesanan meningkat pada Oktober. Namun, pejabat itu memperingatkan bahwa permintaan mungkin tidak terus meningkat.
Baca: Obligasi Pemerintah Jepang Naik
Pemerintah mempertahankan penilaian bahwa perlambatan dalam peningkatan pesanan mesin dapat dilihat. Belanja modal jatuh pada kuartal Juli-September untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun, dan menjadi tanda mengkhawatirkan bahwa ketidakpastian atas prospek ekonomi mengikis kepercayaan perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News