Masih ada berita lainnya yang juga masuk dalam daftar populer harian ekonomi. Berikut rangkuman berita selengkapnya:
1. Kementerian ESDM Bidik Konversi 1.000 Sepeda Motor BBM ke Listrik
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun ini memasang target konversi 1.000 unit sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi listrik. Langkah itu untuk mendorong percepatan penerapan kendaraan listrik untuk transportasi jalan di Indonesia.
Baca selengkapnya di sini
2. Pemerintah Diminta Siapkan Mitigasi Hadapi Risiko Global ke Perekonomian
Pemerintah diminta untuk menyiapkan mitigasi risiko untuk menghadapi berbagai perkembangan yang terjadi di level global. Pasalnya, bukan hanya Omicron yang bisa memperlambat laju ekonomi, namun juga berbagai risiko dari negara lain.
Sejumlah risiko global yang membayangi antara lain kenaikan harga minyak, inflasi tinggi, hingga isu tapering off di Amerika Serikat (AS).
Baca selengkapnya di sini
3. Kadin: PPKM Level 3 Hambat Ekonomi Kuartal I-2022
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Jabodetabek, Bandung Raya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Bali akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini.
Alasannya pembatasan aktivitas di berbagai sektor usaha, seperti jam operasional sampai pukul 21.00 dengan jumlah pengunjung maksimal 50 persen di pusat perbelanjaan, mal, supermarket, dan pasar swalayan.
Baca selengkapnya di sini
4. Manfaatkan Momentum G20, Ini Investasi yang Dibidik Indonesia
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menilai Indonesia dapat memanfaatkan momentum Presidensi G20 untuk mendorong sektor perdagangan, industri, dan investasi. Pasalnya, anggota G20 menguasai 80 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, 75 persen perdagangan global, serta 60 persen dari populasi dunia.
Baca selengkapnya di sini
5. Tiongkok Minta AS Tuntaskan Masalah Perdagangan atas Dasar Saling Menghormati
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) harus mengatasi masalah perdagangan atas dasar saling menghormati. Pernyataan itu muncul ketika para pejabat AS mendesak Beijing untuk mengambil tindakan nyata demi memenuhi komitmen berdasarkan kesepakatan perdagangan.
Baca selengkapnya di sini
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News