Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, sejumlah risiko global yang membanyangi antara lain kenaikan harga minyak, inflasi tinggi, hingga isu tapering off di Amerika Serikat (AS).
"Kita harus memastikan pemerintah tidak cukup hanya me-list risiko ini, tapi yang penting adalah mitigasinya harus cukup, harus disiapkan bagaimana strateginya," kata dia, dalam video conference, Selasa, 8 Februari 2022.
Ia menjelaskan, kenaikan harga komoditas di pasar global tentunya akan berpengaruh terhadap perekonomian domestik. Salah satunya adalah kenaikan inflasi seperti yang terjadi di beberapa negara maju, meskipun juga ada dampak positifnya.
"Dari sisi ekspor, karena ekspor kita sebagian besar komoditas dapat wind fall, tapi di sisi lain inflasinya juga sudah mengintai. Walaupun secara total kita inflasinya menjadi sangat tinggi enggak juga begitu ya karena daya belinya masih rendah," ungkapnya.
Sementara itu, rencana tapering off oleh bank sentral AS, The Fed juga patut diwaspadai pemerintah. Dengan inflasi AS yang cukup tinggi, maka The Fed akan mengurangi pembelian surat utang pemerintah yang kemudian berimplikasi pada kenaikan suku bunga Fed Fund Rate.
"Implikasinya di kita tentu akan terjadi gejolak walaupun momentumnya tidak akan lama. Saya sepakat dengan pemerintah bahwa kita relatif siap, cadangan devisa tinggi, tapi harus ada catatan kalau momentum itu berbarengan dengan masalah geopolitik, kenaikan harga komoditas tadi harus disiapkan skenario juga supaya benar-benar kita bisa mengendalikan dari dampak tapering ini," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News