Pejalan kaki melintasi papan sosialisasi pembayaran pajak secara online. FOTO: MI/ARYA MANGGALA
Pejalan kaki melintasi papan sosialisasi pembayaran pajak secara online. FOTO: MI/ARYA MANGGALA

Populer Ekonomi: Dirut Bukalapak Mengundurkan Diri hingga Aturan Pelaksanaan Amnesti Pajak Jilid II

Angga Bratadharma • 30 Desember 2021 09:20
Jakarta: Sejumlah berita ekonomi pada Rabu, 29 Desember, terpantau menjadi perhatian para pembaca Medcom.id. Berita itu mulai dari Dirut Bukalapak mengundurkan diri, Sri Mulyani menerbitkan aturan pelaksanaan amnesti pajak jilid II, hingga perlambatan ekonomi Tiongkok semakin nyata.
 
Berikut rangkuman berita selengkapnya:

1. Sri Mulyani Terbitkan Aturan Pelaksanaan Tax Amnesty Jilid II

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menetapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor PMK-196/PMK.03/2021 tentang Tata Cara Pelaksanaan Program Pengungkapan Sukarela Wajib Pajak. PMK yang diundangkan pada 23 Desember 2021 tersebut merupakan aturan pelaksanaan untuk Program Pengungkapan Sukarela (PPS).
 
Baca berita selengkapnya di sini

2. Mau Ikut Tax Amnesty Jilid II? Begini Caranya

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menetapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor PMK-196/PMK.03/2021 tentang Tata Cara Pelaksanaan Program Pengungkapan Sukarela Wajib Pajak. PMK yang diundangkan pada 23 Desember 2021 tersebut merupakan aturan pelaksanaan untuk Program Pengungkapan Sukarela (PPS).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca berita selengkapnya di sini

3. Dirut Bukalapak Mengundurkan Diri, Mau Kemana?

Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk (Bukalapak) M Rachmat Kaimuddin mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Surat resign tersebut sudah diterima oleh Bukalapak pada 28 Desember, kemarin.
 
Baca berita selengkapnya di sini

4. Waspada, Perlambatan Ekonomi Tiongkok Semakin Nyata

Perlambatan ekonomi Tiongkok mulai terlihat dan menunjukkan konsistensi. Oleh sebab itu pemerintah Tiongkok akan mulai menambahkan stimulus untuk menstabilkan pertumbuhan pada tahun depan.
 
Baca berita selengkapnya di sini

5. Pertumbuhan Ekonomi 2022 Diproyeksi Lebih Baik, Ini Syarat Utamanya

Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai empat hingga lima persen di tahun depan. Dengan proyeksi tersebut, ekonomi dinilai akan mengalami perbaikan karena tahun ini diperkirakan hanya tumbuh antara 3,6-4 persen.
 
Baca berita selengkapnya di sini
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif