Ilustrasi Pertashop Pertamina. Foto: dok Pertamina.
Ilustrasi Pertashop Pertamina. Foto: dok Pertamina.

Menjangkau Pelosok via Pertashop

Suci Sedya Utami • 12 Oktober 2020 06:39
 

Geliat Ekonomi

Abra menilai kehadiran Pertashop di tingkat desa menjadi kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ataupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memainkan peran dalam menggerakkan roda perekonomian di wilayahnya.
 
"Dalam konteks mendorong pemerataan ekonomi ke desa-desa saya pikir dengan adanya Pertashop bisa jadi pintu masuk buat komoditas lainnya," ujar Abra.
 
Hal ini pun sesuai dengan rencana Pertamina melalui Subholding Commercial & Trading (PT Pertamina Patra Niaga) yang memetakan ke depannya Pertashop juga akan menjual LPG nonsubsidi serta pelumas, bukan hanya bertumpu pada distribusi BBM.

Berdasarkan data Pertamina, hingga September telah terbangun 692 outlet Pertashop. Hingga akhir tahun ditargetkan akan ada 4.558 outlet dan di 2021-2024 ditargetkan akan ada penambahan outlet 10 ribu per tahun.
 
Demi mencapai target tersebut perseroan telah menggandeng Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi untuk mendorong program kemitraan dengan pemerintah desa. Mendagri Tito Karnavian mengatakan Pertashop berperan penting dalam mewujudkan Nawacita Presiden Joko Widodo dalam membangun desa melalui energi.
 
"Karena Pertashop hadir tidak hanya memberikan layanan BBM dan LPG yang lebih dekat dengan masyarakat di desa, tapi juga mendorong inovasi desa melalui kemitraan serta turut berperan dalam meningkatkan kapasitas pemerintah desa,” tutur Tito.
 
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki tugas untuk melayani, Pertamina menyatakan bakal memfokuskan pembangunan Pertashop ke seluruh wilayah yang belum memiliki lembaga penyalur BBM dan LPG. Perseroan memprioritaskan lembaga desa dan UMKM sebagai pengelola Pertashop, sejalan dengan Program Pertamina One Village One Outlet (OVOO) sehingga nantinya pemerintahan desa memiliki pusat ekonomi baru.
 
Bila dirata-rata, transaksi Pertashop baru berdiri sekitar 200-400 liter per hari. Namun, untuk yang telah lama berdiri omzet yang didapat antara 700-900 liter penjualan per hari.
 
"Pertashop di Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah pernah mencapai 1.000 liter per hari atau sekitar 300 kendaraan per hari. Dengan asumsi pembelian dengan Pertamax maksimal Rp30 ribu untuk kendaraan roda dua," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman.
 
 
Halaman Selanjutnya
  Transisi ke Energi Bersih…
Read All


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan