Ilustrasi Pertashop Pertamina. Foto: dok Pertamina.
Ilustrasi Pertashop Pertamina. Foto: dok Pertamina.

Menjangkau Pelosok via Pertashop

Ekonomi pertamina BBM bbm subsidi
Suci Sedya Utami • 12 Oktober 2020 06:39
Banyumas: Pemenuhan energi menjadi satu hal yang krusial bagi Indonesia dalam meraih mimpi menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Namun sayangnya, masih banyak wilayah di Tanah Air, terutama di pelosok yang kesulitan untuk mengakses energi, salah satunya Bahan Bakar Minyak (BBM).
 
Masyarakat acap kali harus menempuh jarak yang sangat jauh bahkan hingga puluhan kilometer (km) untuk mendapatkan BBM. Seperti yang dirasakan Budi, warga Banyumas, Jawa Tengah yang sehari-hari berprofesi sebagai pedangang.
 
Jarak tempuh yang jauh untuk menjangkau sarana Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) tentu amat sangat tidak ekonomis bagi Budi. Bahkan, setelah mengisi bensin di SPBU, belum sampai rumah bisa jadi bensinnya sudah habis lagi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maka ia terpaksa membeli bensin di pengecer yang harganya jauh lebih mahal. Namun hal ini tidak lagi dirasakan Budi, sebab kini BBM telah menjangkau Budi dan juga masyarakat di daerah tersebut dengan hadirnya Pertamina Shop (Pertashop) di Desa Karang Salam, Kecamatan Baturraden.
 
Budi kini bisa menggunakan sisa uangnya untuk kegiatan yang lebih produktif. "Di samping jarak lebih dekat, harganya lebih murah dari pengecer," kata Budi.
 
Head of Center of Food, Energy and Sustainable Development Indef Abra Talattov pun menilai Pertashop merupakan inovasi yang dihadirkan PT Pertamina (Persero) untuk menjangkau pelosok dan menciptakan distribusi yang lebih merata dan ramah di kantong. Apalagi, di masa pandemi seperti saat ini, pemenuhan energi yang murah bisa membantu masyarakat dalam menekan beban dan biaya hidup.
 
"Yang saya pahami membuat ongkos untuk mengakses dan mendaatkan energi lebih terjangkau dan murah. Kita tahu masih banyak dari satu desa ke SPBU butuh berkilo-kilo meter, itu juga jadi ngabisin bensin kan," kata Abra pada Medcom.id, Senin, 12 Oktober 2020.

 
Halaman Selanjutnya
  Geliat Ekonomi Abra menilai…
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif