Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Istimewa.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Istimewa.

Mendag Zulhas Usulkan Subsidi BBM Langsung ke Rakyat

Juven Martua Sitompul • 15 Agustus 2022 15:46
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengusulkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) langsung untuk rakyat. Kebijakan ini diyakini sebagai solusi ampuh atas bengkaknya subsidi energi 2022 yang tembus Rp500 trilun.
 
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan dengan kondisi internasional yang bergolak, seperti perang Rusia-Ukraina dan berbagai sebab lainnya seperti harga minyak dan LPG di pasar dunia meroket.
 
"Akibatnya, subsidi energi pada 2022 membengkak sampai lebih dari Rp500 triliun atau hampir 30 persen dari pendapatan APBN kita," kata Zulhas saat memaparkan Gagasan dan Visi Misi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang disiarkan channel YouTube PAN Jatim dipantau Jakarta, Senin, 15 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di acara itu juga, Zulhas menyampaikan gagasan sebagai Ketua Umum PAN. "PAN berpendapat subsidi harus lebih berkeadilan, berkelanjutan, dan menyejahterakan," ujarnya.
 
Zulhas membeberkan PAN menawarkan dua solusi. Pertama, subsidi energi beralih dari berbasis komoditas menjadi subsidi langsung. Kedua, mempercepat transformasi energi bersih.
 
"Subsidi langsung diberikan pada warga kita yang miskin," ucapnya.
 
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 26 juta orang yang diperkirakan memiliki kebutuhan konsumsi untuk dua motor dan mengonsumsi 2x3 kilogram LPG per bulan. Sementara itu, listrik membutuhkan hingga 900 watt.
 

Baca: Ketua MPR Sarankan Subsidi BBM Dievaluasi


Menurut dia, dengan subsidi BBM dan LPG warga tak mampu sebesar Rp500 ribu per orang per bulan, pemerintah hanya akan menanggung Rp15 triliun per bulan. "Angka ini sekitar Rp180 triliun per tahun," kata Zulhas.
 
Pada saat yang sama, kata Mendag, pemerintah masih dapat menghemat uang yang dibakar (subsidi BBM saat ini) untuk mempercepat transformasi energi bersih. Caranya, percepatan pemakaian kendaraan listrik. Kemudian, memperbanyak kompor listrik bagi rumah tangga, memperluas dan memperbanyak titik-titik pengisian baterai kendaraan listrik, dan memperbanyak pasokan listrik dari energi baru dan terbarukan.
 
 

Transformasi energi bersih ini bakal menggunakan banyak bahan yang berasal dari dalam negeri. Ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja di Tanah Air.
 
"Artinya, kesejahteraan meningkat. Sekali lagi PAN menawarkan solusi dari permasalahan bangsa yang akut ini," kata dia.
 
Dia mengusulkan subsidi langsung itu lantaran energi adalah kebutuhan pokok manusia. Termasuk, masyarakat di Indonesia. "Itu tak bisa dihindari," kata dia.
 
Akan tetapi, Zulhas menyadari saat ini terjadi kesenjangan antara konsumsi dan kemampuan nasional menyiapkan ketersediaan energi. "Kebutuhan BBM kita per hari 1,6 juta barel, sementara produksi hanya 0,6 juta barel. Artinya, kita impor minyak mentah dan BBM per hari 1 juta barel," ujarnya.
 
Begitu juga dengan LPG, kata dia, di mana per tahun kebutuhannya mencapai sekitar 8 juta ton. Dari besaran ini, hanya dipenuhi oleh produksi domestik kurang dari 1 juta ton.
 
"Karena itu, hingga tak kurang dari 7 juta kita harus impor," ucap Mendag.
 
Padahal, kata Zulhas, semua impor energi, terutama minyak dan LPG, sangat menguras devisa. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan sudah lima kali bicara prihatin dengan kondisi ini.
 
Zulhas tidak menampik pascapandemi covid-19, ekonomi masih berada dalam status pemulihan. Daya beli masyarakat juga masih rendah. Sehingga, secara jangka panjang problem ini harus bisa diatasi.
 
"Karena itu, bagaimanapun subsidi harus ditanggung negara. Sehingga, subsidi tak menyasar lebih banyak pada orang mampu dan kaya. Dengan subsidi langsung, subsidi menjadi tepat sasaran," kata dia.
 
(JMS)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif