Ilustrasi produk bahan turunan yang menggunakan plywood. Foto: AFP.
Ilustrasi produk bahan turunan yang menggunakan plywood. Foto: AFP.

Gandeng Swasta, BUMN Indah Karya Operasikan Kembali Pabrik Plywood

Ade Hapsari Lestarini • 28 Agustus 2020 14:51
 

Ekspor Plywood

Di sisi lain untuk ekspor perdana (setelah pandemi covid-19) diperkirakan bernilai total Rp12 miliar. Setelah itu, selama enam bulan ke depan ditargetkan nilai ekspor bisa menjadi sebesar Rp72 miliar.
 
Peluang ekspor produk plywood masih sangat besar karena permintaan yang tetap tinggi. "Buktinya, begitu dikonfirmasikan kembali bahwa pabrik plywood BIP beroperasi, PO (permintaan) tetap bisa dilakukan, bahkan muncul pasar baru dari Taiwan dan Jerman," sambung Joko.
 
Peluang lainnya adalah mengekspor produk baru berupa produk secondary processing (plywood lapis melamin dan film) untuk kebutuhan konstruksi dan interior. Peluang tersebut sangat terbuka lebar mengingat kualitas plywood BIP berstandar internasional.

Pada akhir tahun ini perseroan berencana mengekspor wood pellet ke Korea Selatan dan Jepang, yang memanfaatkan limbah industri plywood dan limbah kayu olahan masyarakat. Sehingga kawasan industri Bondowoso bisa menjadi salah satu kawasan yang menerapkan konsep zero waste dan green energy (wind turbine).
 
Sejauh ini, BIP telah memiliki sertifikasi produk untuk negara tujuan ekspor di Asia (Malaysia, Singapura, Taiwan), Eropa (Jerman), dan Amerika Serikat. "Kami optimistis ini akan mendatangkan keuntungan bersama. Beroperasionalnya kembali usaha plywood juga meningkatkan nilai kualitas barang ekspor berupa barang jadi, yaitu produk dari bahan baku berupa log kayu menjadi plywood. Serta bisa meningkatkan pendapatan masyarakat/petani dari budi daya pohon Sengon," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)
Read All


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan