Kondisi keuangan yang terbatas serta ekspor
plywood ke beberapa negara (Jerman, Singapura, dan Taiwan) yang tidak bisa dilakukan akibat ditutupnya pelabuhan negara tujuan ekspor, membuat tak ada pilihan lain selain menutup pabrik.
Selama proses penutupan operasional sementara pabrik itulah, pihak manajemen menggandeng swasta, yakni Buana Kassiti, untuk berinvestasi di pabrik plywood BIP di Bondowoso tersebut.
"Kami merespons positif ajakan tersebut karena tergerak ingin bersama-sama Indah Karya membangun bangsa, terlebih kawasan industri yang dikembangkan Indah Karya di Bondowoso sangat sejalan dengan program pemerintah di bidang penyerapan tenaga kerja, ekspor, serta energi baru dan terbarukan," papar Joko.
MoU Kerja sama Operasional (KSO) pabrik BIP 1 dengan Buana Kassiti Group mulai dilakukan pada 7 Agusutus 2020. Kemudian pada 14 Agustus 2020 pabrik secara resmi telah memulai kegiatan produksinya. Adapun sejak 24 Agustus 2020 operasional pabrik dilakukan dua
shift (operasi penuh) dengan tetap melaksanakan protokol covid-19.
Secara keseluruhan, pembiayaan yang dibutuhkan sesuai MoU sebesar Rp45 miliar. Tahap pertama sudah direalisasikan sebesar Rp5 miliar untuk mengaktifkan kembali kegiatan proses produksi.
Setelah operasional pabrik kembali berjalan, ekspor perdana pascapenutupan pabrik pun siap dilakukan awal September. Kegiatan ekspor
plywood tersebut diharapkan dapat berperan serta untuk membangkitkan Kembali operasional perusahaan, menyerap tenaga kerja, mendorong pertumbuhan sektor lainnya, juga memberikan tambahan nilai ekspor bagi neraca perekonomian Indonesia.
"Selain itu, dengan beroperasinya pabrik ini, pada tahap pertama bisa kembali menyerap tenaga kerja yang selama ini dirumahkan. Pada tahap kedua, diharapkan akan membuka lapangan kerja yang semakin besar. Lalu, yang ketiga, setelah pabrik beroperasi maka akan mendapatkan keuntungan yang nantinya akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang tertunda kepada beberapa pihak ketiga," jelas dia.
Pada tahap awal kebutuhan tenaga kerja masih 400 karyawan. Namun pada minggu selanjutnya secara bertahap akan bertambah dan diperkirakan mampu menyerap 750 lebih tenaga kerja.
Bila seluruh investasi yang dilakukan Indah Karya dapat diselesaikan bersama mitra strategis dengan Buana Kassiti Group, maka total tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak lebih kurang 2.000 karyawan produksi.
Dia berharap dengan kembali beroperasinya pabrik
plywood BIP milik BUMN Indah Karya ini, akan berdampak pada bergeliatnya kembali kegiatan ekonomi di sekitar pabrik khususnya, dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.