Ilustrasi. FOTO: MI/SUMARYANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUMARYANTO

Momentum Kebangkitan

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Analisis Ekonomi Ekonomi Indonesia covid-19 pandemi covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional Lebaran 2022 Mudik Lebaran 2022 Mudik 2022
Angga Bratadharma • 03 Mei 2022 17:28
PEMERINTAH Indonesia mengambil kebijakan populis berupa memperbolehkan mudik Lebaran di tahun ini. Momentum itu tentu tak disia-siakan oleh masyarakat untuk pulang ke kampung halaman tercinta, mengingat dua tahun ini mudik tidak diperbolehkan lantaran pandemi covid-19 sedang liar-liarnya. Alhasil, mudik di 2022 tembus rekor.
 
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat rekor lalu lintas tertinggi pada arus mudik Lebaran 2022 yakni sebanyak 1,7 juta kendaraan meninggalkan Jabotabek menuju tiga arah, yaitu Timur (Trans Jawa dan Bandung), Barat (Merak), dan Selatan (Puncak). Berdasarkan catatan Jasa Marga, angka ini naik 9,5 persen ketimbang Lebaran 2019, sebelum pandemi.
 
"Jika ketimbang lalu lintas normal pada periode November 2021 yang merupakan lalu lintas tertinggi saat pandemi, 1,7 juta kendaraan yang melintas di periode mudik tahun ini naik 18,6 persen," ujar Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilihat dari sisi distribusi lalu lintas, tujuan yang menjadi favorit pemudik juga masih menuju arah timur via Jalan Tol Trans Jawa yang memegang 53,8 persen dari total pemudik. Sementara itu, sebanyak 27,6 persen menuju arah Merak dan 18,7 persen menuju arah Puncak.
 
Melihat tingginya lalu lintas mudik, masyarakat diimbau yang saat ini tengah berada di kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabotabek. Pasalnya periode arus balik memiliki jumlah hari yang cukup pendek dibandingkan dengan arus mudik.
 
Momentum Kebangkitan
 
"Jika semua orang merencanakan pulang di akhir libur panjang, seperti tanggal 6, 7, dan 8 Mei 2022, peningkatan lalu lintas serentak secara bersama-sama ini harus diantisipasi oleh pengguna jalan," kata Heru.
 
Menteri Badan Usaha Milik (BUMN) Erick Thohir menyebut Idulfitri 1443 Hijriah sebagai momentum besar bagi bangsa yang berjuang keras dalam menghadapi berbagai tantangan akibat pandemi covid-19. "Kita patut bersyukur, setelah melalui tahun-tahun yang sulit, kini diberikan sedikit keleluasan dalam beribadah dan merayakan Idulfitri bersama keluarga," kata dia.
 
Adapun Erick memaknai Idulfitri sebagai sebuah kemenangan besar bagi umat yang telah menunaikan kewajiban berpuasa selama sebulan penuh. Ia menilai kesabaran dan keikhlasan umat selama pandemi terbayar tunai setelah dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam Lebaran kali ini.
 
"Makna Lebaran kali ini ialah kebangkitan, sudah dua tahun (pandemi) dan kondisi hari ini justru kita bangkit dan insyaAllah Indonesia menuju arah lebih baik dengan pertumbuhan ekonomi luar biasa, tentu yang harus dijaga ialah pembukaan lapangan kerja," ungkapnya.

Perputaran uang

Sementara itu, perputaran uang yang terjadi pada Idulfitri diyakini akan menggenjot tumbuhnya konsumsi rumah tangga yang sangat tajam, serta akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II-2022 sebesar tujuh persen. Sedangkan target pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini berkisar 5-5,5 persen.
 
"Momentum Idulfitri tahun ini akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang.
 
 
Read All


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif