Ilustrasi tol laut. Foto: dok MI/Atet.
Ilustrasi tol laut. Foto: dok MI/Atet.

Menahan Guncangan di Tol Laut

Insi Nantika Jelita • 15 Agustus 2022 11:24
SEJAK pertama kali diluncurkan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 4 November 2015, program tol laut terus memberikan perkembangan yang positif. Kehadiran tol laut dinilai mampu mendorong pertumbuhan perekonomian.
 
Data Ditjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan pada 2015 baru ada tiga kapal yang tersedia untuk tol laut dengan tiga trayek. Di tahun berikutnya Kemenhub menambah kapal menjadi enam unit dengan memperluas trayek menjadi enam. Untuk total muatan logistik tol laut di 2016 sebesar 81.404 ton.
 
Penambahan kapal dan trayek dalam tol laut di 2017 meningkat dengan menyediakan 13 kapal dan 13 trayek. Untuk total muatan barang sebanyak 233.139 ton. Selanjutnya di 2018, jumlah kapal juga bertambah menjadi 19 kapal dengan 18 trayek, total muatan sebesar 239.875 ton. Di 2019, ada penambahan trayek menjadi 20.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk program Tol Laut di 2020, jumlah kapal terus melonjak menjadi 26 unit. Ini terdiri 14 kapal negara, lima kapal milik PT Pelni, lima kapal milik PT ASDP, dan dua kapal milik swasta. Di tahun tersebut perluasan trayek juga ditetapkan menjadi 26 trayek dengan total muatan barang mencapai 362.560 ton.
 
Di 2021, Program Tol Laut terus mengalami kemajuan dengan menghadirkan 32 kapal, terdiri atas 14 kapal negara, enam kapal milik PT Pelni, lima kapal dari PT ASDP, dan tujuh kapal milik swasta. Total ada 32 trayek dengan muatan barang sebesar 477.600 ton. Di tahun ini, jumlah trayek dalam tol laut bertambah menjadi 33 trayek dengan muatan barang hingga Agustus ini sebesar 75.860 ton.
 
"Ini menunjukkan terus bertambahnya capaian muatan kapal tol laut dan jumlah trayek yang di operasikan setiap tahunnya," kata Dirjen Hubla Arif Toha Tjahjagama.
 
PT Pelabuhan Indonesia (persero) atau Pelindo yang turut berkontribusi dalam program tol laut mencatatkan peningkatan pada kunjungan kapal di tengah kondisi global yang dinamis, yakni sebesar 578 juta gross tonnage (GT) atau tumbuh sebesar 0,2 persen dari realisasi kunjungan kapal semester I-2021.
 
Lalu, arus peti kemas di pelabuhan Pelindo pada semester I-2022 meningkat sebesar dua persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 8,2 juta TEUs (twenty-foot equivalent units) menjadi 8,4 juta TEUs. Demikian juga arus nonpeti kemas, tumbuh sebesar empat persen dari 72 juta ton menjadi 74 juta ton.
 
"Kami berharap tren positif kinerja ini terus berlanjut hingga akhir tahun untuk meningkatkan kondisi perekonomian. Kami membangun sistem logistik untuk mengakomodasi barang ke daerah-daerah, khususnya di daerah 3TP (terdepan, terpencil, dan tertinggal)," kata Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ali Mulyono kepada wartawan.
 
 
Halaman Selanjutnya
  Rute tol laut Adapun…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif