Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Peran Ekonomi Syariah

Ekonomi Analisis Ekonomi ekonomi syariah
Angga Bratadharma • 22 Agustus 2020 12:25
EKONOMI Indonesia tengah terperosok cukup dalam akibat hantaman pandemi covid-19. Bahkan, pukulan bertubi-tubi dari virus mematikan itu membuat perekonomian Tanah Air harus minus 5,32 persen secara tahun ke tahun pada kuartal II-2020. Meski demikian, pemerintah sepertinya mulai bisa 'meraba' gerak virus tersebut terkait dampaknya kepada ekonomi.
 
Dalam kerangka besar, pemerintah mengeluarkan jurus bernama Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tidak main-main, pemerintah menggelontorkan ratusan triliun guna membenahi perekonomian Indonesia. Tidak secara makro semata, pemulihan juga menyasar level mikro seperti membidik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
 
Mengutip pernyataan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, sebanyak 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM dan penyerapan tenaga kerjanya mencapai 97 persen. Angka yang tinggi ini tentu membuat UMKM harus menjadi prioritas guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya kira pemerintah menyadari bahwa untuk pemulihan ekonomi nasional memang UMKM yang harus pulih terlebih dahulu," kata Teten.
 
Untuk memaksimalkan pemulihan ekonomi Indonesia, pemerintah memang benar-benar cermat melihat semua peluang dan potensi yang bisa didorong. Di antara yang juga menjadi sorotan adalah mengoptimalisasi peran ekonomi syariah. Hal itu seiring dengan masih besarnya pasar atau peluang di ekonomi syariah di Indonesia.
 
Bahkan, ekonomi syariah dan jika lebih dirinci lagi keuangan syariah dinilai mampu bertahan di masa pandemi covid-19. Pasalnya, sektor ini masih memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional di tengah perlambatan ekonomi.
 
"Seperti juga kegiatan ekonomi yang lain atau lembaga keuangan konvensional, sebenarnya keuangan syariah dan ekonomi syariah juga terdampak adanya covid-19 ini. Tetapi dari laporan itu mereka memang masih bisa menggeliat, artinya masih bisa hidup," ujar Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
 
Peran Ekonomi Syariah
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. FOTO: Adam DWI/MI
 
Berangkat dari ketahanan itu, Ma'ruf meminta agar ekonomi syariah dan keuangan syariah untuk ikut memanfaatkan stimulus yang diberikan pemerintah. Selain untuk pengembangan, langkah ini juga bisa digunakan ekonomi syariah dan keuangan syariah untuk turut membantu upaya pemulihan ekonomi nasional.
 
Stimulus yang diberikan pemerintah bisa dimanfaatkan oleh lembaga keuangan syariah berskala kecil. Salah satu stimulus yang bisa dimanfaatkan adalah bantuan sosial (bansos) produktif. Adapun bansos produktif diberikan kepada koperasi, BMT Balai Usaha Mandiri Terpadu atau Baitul Maal wa Tamwil, dan Bank Wakaf Mikro (BWM).
 
"Ini justru yang menopang dalam rangka kita melakukan pemulihan ekonomi nasional," urai Wapres.

Adaptasi Digitalisasi

 
Otoritas moneter bergerak cepat untuk ikut serta mendukung pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air. Dalam hal ini, Bank Indonesia (BI) terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Salah satu dorongannya adalah peningkatan pemanfaatan digitalisasi sebagai adaptasi era kebiasaan baru perlu diterapkan di sektor tersebut.
 
"Pada 2020 ini peradaban baru ekonomi dan keuangan syariah kita perkuat dengan digitalisasi. Di tengah pandemi, ekonomi digital kita tingkatkan dengan sinergi ekonomi keuangan syariah, bukan skill down tapi justru skill up. Bukan menurun, tapi justru kita perluas dan kita tingkatkan," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

 
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif