Jakarta: Persija Jakarta akan kembali menjalani laga di atas rumput sintetis saat bersua Home United pada semifinal Piala AFC 2018 zona Asia Tenggara pada 8 Mei. Home United memilih Stadion Jalan Besar, Kallang, Singapura jadi markas mereka di Piala AFC 2018.
Meskipun begitu, skuat Macan Kemayoran mengaku tidak terlalu bermasalah jika harus kembali bermain di lapanagan berjenis rumput artifisial. Pengalaman bertanding melawan Tampines Rovers pada laga pamungkas Grup H di stadion yang sama pada 24 April silam membuat mereka sudah terbiasa.
"Lapangan memang membuat pemain tidak terbiasa karena rumput sintetis. Lapangan keras sekali. Tapi kita sudah main di sana (Stadion Jalan Besar) dan lolos ke semifinal. Kita harus kerja keras jangan kasih alasan,” ujar Stefano Cugurra.
Bahkan, karena sudah memiliki pengalaman bermain di stadion tersebut, pelatih asal Brasil itu menegaskan timnya tidak akan menjalani latihan di lapangan sintensis. Meskipun saat ini banyak waktu, Teco sengaja tidak menggelar latihan sintesis karena berisiko lantaran pemain bisa mengalami cedera.
“Saya kira saat lawan Tampines anak-anak sudah mengerti soal lapangan. Kami tahu waktu itu berat tapi kami tetap harus main dan akhirnya bisa cetak empat gol itu sudah bagus. Besok kami main di sana lagi dan harus bisa menang,” tambahnya.
Sementara itu, secara terpisah Riko Simanjuntak mengakui ada kesulitan ketika bermain di lapangan sintentis. Akan tetapi, itu bukan jadi kendala bagi timnya untuk meraih hasil maksimal.
"Sulitnya karena kita tidak terbiasa saja di sintetis pasti ada perbedaan. Tapi sekali lagi itu bukan menjadi alasan karena pelatih sangat memberikan motivasi," tutupnya. (persija.id)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(KRS)
