Pemain Timnas Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum melawan Timnas Thailand. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Pemain Timnas Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum melawan Timnas Thailand. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Prediksi UEA vs Timnas Indonesia: Antara Asa dan Realita

Bola timnas indonesia Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia
Kautsar Halim • 10 Oktober 2019 12:53
Jakarta: Timnas Indonesia akan bertamu menghadapi Uni Emirat Arab pada laga ketiga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2020 Zona Asia, Kamis 10 Oktober pukul 23.00 WIB. Di atas kertas, UEA tentu jauh lebih unggul.
 
UEA punya catatan manis sebagai salah satu kekuatan sepak bola di Asia. Selain itu, mereka juga berstatus sebagai tuan rumah di Stadion Al Maktoum, Dubai. Dukungan suporter lokal tentu menjadi motivasi tersendiri.
 
Sons of Zayed--julukan UEA jarang bentrok dengan tim-tim Asia Tenggara. Mereka lebih senang latih-tanding dengan negara-negara Amerika Latin atau Timur Tengah yang lebih menantang. Namun jika tidak sengaja bentrok, UEA jarang kalah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Sekitar satu setengah tahun belakangan ini, tim senior UEA hanya pernah melawan negara dari Asia Tenggara sebanyak tiga kali. Laos mereka kalahkan 3-0, Ditahan imbang Thailand 1-1 dan terkini menang atas Malaysia pada laga perdana Grup G dengan skor, 1-2.
 
Sejatinya, Indonesia sempat menjajal kekuatan UEA pada babak 16 besar Asian Games 2018. Tapi kebanyakan para pemain yang diturunkan kedua tim berusia di bawah 23 tahun (U-23). Meski begitu, Garuda Muda tetap saja kalah lewat adu penalti (3-4) setelah menahan imbang 2-2 pada waktu normal.
 
Rekor pertemuan mentereng itu belum ditambah dengan kualitas pemain yang dimiliki UEA. Salah satunya mesin gol Ali Ahmed Mabkhout Mohsen Omaran Alhajeri yang kini berusia 29 tahun. Dia sudah tampil sebanyak 71 kali (5.923 menit) untuk UEA dan mengoleksi 46 gol. Selain itu, Mabkhout pencetak dua gol kemenangan atas Malaysia.
 
Peluang Tipis Garuda
Kendati demikian, bukan berarti Indonesia tidak memiliki peluang menaklukkan UEA. Meskipun kecil, asa tersebut tetap ada karena skuat Garuda sudah berlatih keras dan ternyata punya sejarah menang atas UEA di Piala Merdeka 1981 dan Asian Games 1986.
 
Latihan keras ditunjukkan timnas dengan mendatangi UEA sekitar sepekan sebelumnya dengan maksud sekalian adaptasi cuaca dan perbedaan zona waktu. Setidaknya, mereka ingin mencuri satu poin karena sedang terpuruk di dasar klasemen Grup G.
 
Seperti diketahui Indonesia kalah dari Malaysia (2-3) dan Thailand (0-3) pada dua laga sebelumnya. Tren negatif itu makin menyakitkan karena terjadi di hadapan suporter sendiri yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
 
Sikap optimistis timnas Indonesia menghadapi UEA ditunjukkan pelatih Simon McMenemy dan bek tengah Hansamu Yama Pranata. Mereka menyebutkan UEA tetap bisa dikalahkan karena sudah mempersiapkan fisik, strategi dan mental.
 
"Tantangan besar bagi timnas Indonesia untuk melawan UEA di laga tandang ini. Tapi kami percaya bisa improve untuk terima tantangan dengan baik. Kemudian, tentu butuh kerja keras juga jika ingin mendapat hasil positif," kata Simon dikutip dari PSSI.org.
 
"Ini laga tandang pertama kami yang tentunya tidak mudah. Namun UEA tidak mungkin tidak bisa dikalahkan. Kami sudah beberapa hari melakukan persiapan di sini," sambung Hansamu.
 
Serangan Balik Beto
Melirik fisik para pemain UEA yang berpostur besar dan memiliki kecepatan, besar kemungkinan Indonesia tidak memaksakan diri tampil terbuka seperti melawan Malaysia. Formasi 4-2-3-1 bisa menjadi pilihan karena ideal untuk bertahan sambil sesekali melancarkan serangan balik.
 
Strategi itu dikatakan cocok karena sesuai juga dengan komposisi pemain yang dibawa McMenemy. Misalnya sepasang sayang mungil nan gesit Andik Vermansyah dan Riko Simanjuntak, serta bomber Alberto 'Beto' Goncalves.
 
Beto tergolong penyerang tajam andalan Indonesia setelah era Cristian Gonzales. Dia sudah sudah bermain 14 kali (1.115 menit) dan sukses mengumpulkan 14 gol. Sebelumnya, dua gol Beto tercipta saat Indonesia kalah dari Malaysia.
 
Perkiraan Susunan Pemain
UEA: Ali Khasif Alhammadi, Abbas, Al Menhali, Omar; Ali Salmeen, Barman, Ibrahim; Ali Saleh, Khalil, Ali Ahmed
 
Indonesia: Wawan; Putu, Basna, Hansamu, Abduh; Manahati, Evan; Riko, Lilipaly, Andik; Beto
 
Rapor Kedua Tim
UEA
Main: 11 kali
Menang: 7 kali
Seri: 3 kali
Kalah: 1 kali
Gol: 21
Kebobolan: 11 kali
 
Indonesia
Main: 8 kali
Menang: 4 kali
Seri: 1 kali
Kalah: 3 kali
Gol: 20 kali
Kebobolan: 13 kali
 
Lima Laga Terakhir Kedua Tim
25/03/19: (Persahabatan) Myanmar 0 - 2 Indonesia
11/06/19: (Persahabatan) Yordania 4 - 1 Indonesia
15/06/19:(Persahabatan) Indonesia 6 - 0 Vanuatu
05/09/19: (KPD) Indonesia 2 - 3 Malaysia
10/09/19:(KPD) Indonesia 0 - 3 Thailand
 
21/03/19:(Persahabatan) UEA 2 - 1 Saudi Arabia
26/03/19:(Persahabatan) UEA 0 - 0 Suriah
31/08/19:(Persahabatan) Republik Dominika 0 - 4 UEA
01/09/19:(Persahabatan) UEA 5 - 1 Sri Lanka
10/09/19:(KPD) Malaysia 1 - 2 UAE
*KPD: Kualifikasi Piala Dunia
 
Prediksi Medcom.id: 60-40
?

 

(ACF)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif