Kanal youtube SKEMA POLITIK membagikan video ini pada 3 Februari 2021. Video berjudul "JKW TURUN GUNUNG, PERINTAH JAJARAN TNI POLRI KBD3T44 DEMOKRAT". Video telah ditonton 100 ribu orang.
Dalam halaman muka video tersebut terdapat tulisan sebagai berikut. Modyarr jawab tantangan AHY, JKW instruksikan TNI & Polri Kudeta Demokrat.
Penelusuran:Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim Presiden Joko Widodo menginstruksikan TNI-Polri mengudeta Partai Demokrat adalah salah. Faktanya, tidak ada keterkaitan antara Presiden Joko Widodo dengan isu kudeta Partai Demokrat.
Dilansir medcom.id, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko meminta seluruh pihak tak mengaitkan isu kudeta Partai Demokrat dengan Presiden Joko Widodo. Moeldoko menegaskan Presiden tak paham soal isu ini.
"Jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini karena beliau dalam hal ini tidak tahu sama sekali," kata Moeldoko kepada wartawan, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021.
Ia juga mendesak siapa pun tak asal mengaitkan isu yang beredar dengan Istana Kepresidenan. Istana Kepresidenan, kata dia, tak berkaitan dengan Partai Demokrat.
"Dalam hal ini saya mengingatkan sekali lagi, jangan dikit-dikit Istana," tegas mangan Panglima TNI itu.
Moeldoko mengatakan isu kudeta muncul ketika foto dirinya dengan sejumlah kader dan mantan kader Partai Demokrat muncul. Ia menjelaskan foto tersebut tak mengandung maksud apa pun.
"Jadi itu urusan saya, Moeldoko, bukan selaku KSP. Sebenarnya saya masih mau diam-diam saja sih menunggu besok karena saya enggak perlu reaktif dalam hal ini," ujar dia.
![[Cek Fakta] Jokowi Instruksikan TNI-Polri Kudeta Partai Demokrat? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/80897y666.jpg)
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta konfirmasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Permintaan konfirmasi terkait dugaan pejabat tinggi negera yang mendukung perebutan kepemimpinan Partai Demokrat.
Agus telah melayangkan surat ke Presiden Jokowi pagi tadi. "Gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo," ujar Agus dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 1 Februari 2021.
Konfirmasi yang dilayangkan Agus didasari laporan sejumlah elite partai. Apalagi, kata dia, gerakan itu mendapat dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintah Presiden Jokowi.
"Kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam permasalahan ini," jelasnya.
AHY tengah menunggu jawaban dari Presiden Jokowi. Ia memastikan Partai Demokrat tetap konsisten menggunakan cara-cara yang damai dan beradab, bukan kekerasan dan kegaduhan.
![[Cek Fakta] Jokowi Instruksikan TNI-Polri Kudeta Partai Demokrat? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/i7t9875876.jpg)
Kesimpulan:
Klaim Presiden Joko Widodo menginstruksikan TNI-Polri mengudeta Partai Demokrat adalah salah. Faktanya, tidak ada keterkaitan Presiden Joko Widodo dengan isu kudeta Partai Demokrat.
Informasi ini jenis hoaks fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
![[Cek Fakta] Jokowi Instruksikan TNI-Polri Kudeta Partai Demokrat? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/FABRICATED%20CONTENT(92).png)
Referensi:
1.https://www.medcom.id/nasional/politik/Gbmq9Pob-moeldoko-jangan-ganggu-presiden-dengan-isu-kudeta-partai-demokrat
2.https://www.medcom.id/nasional/politik/aNrXAx2k-merasa-bakal-dikudeta-dari-demokrat-ahy-kirim-surat-ke-jokowi
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
"Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini: https://bit.ly/2H42ayb"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News