Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Italia Buktikan Covid-19 bukan Virus Melainkan Bakteri? Simak Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 03 Juni 2020 15:28
Beredar informasi yang menyebutkan bahwa Italia membuktikan bahwa covid-19 adalah bakteri, bukan virus. Bakteri itu disebut mematikan karena dapat menyebabkan pembekuan pada darah.
 
Informasi itu banyak menyebar melalui unggahan di media sosial dan pesan berantai WhatsApp. Akun Facebook Alan'Fadlan, turut membagikan informasi tersebut pada Selasa, 2 Juni 2020. Berikut secara lengkap narasi yang beredar"
 
"Corona Virus adalah BOHONG...bukan dari Virus tapi dari Bakteri....semua ini diketahui oleh negara Itali..setelah mereka MENG-AUTOPSI JENAZAH KORBAN CORONA...Ternyata CINA dan WHO menyuruh langsung dikubur dgn ditakut- takuti tertular Covid-19...padahal tujuan mereka supaya mayat tidak diautopsi.....yg berani melakukannya hanya Itali..dan ternyata diketahui oleh para ahli kedokteran, penyebabnya kematian adalah oleh bakteri (bukan Virus),dimana bakteri tersebut membuat pembuluh darah melebar dan membeku..maka langsung diketahui obatnya...setelah diminumkan obat tersebut kepada 1400 orang yg positif Covid-19...langsung sembuh (baca dibawah ini akan diberitahu obatnya, ternyata di apotik kita banyak sekali)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Pantas Presiden Trump mengatakan :WHO menjadi boneka CINA
(mari kita baca dibawah ini)
CINA dan WHO..BERBOHONG TENTANG Covid-19
Cina dan WHO menipu dgn mengatakan bahwa Covid-19 adalah Virus dan menganjurkan supaya semua org yg terjangkit utk memakai ventilator (spy semua negara membeli alat ini). WHO melarang semua negara utk melakukan autopsi terhadap mayat Covid-19 dgn alasan akan tertular. Tapi Italia tdk perduli, mereka tetap melakukan Autopsi dan mendapatkan kenyataan, ternyata BUKAN VIRUS YG MENYEBABKAN KEMATIAN, TETAPI BAKTERI YG MENYEBABKAN PEMBULUH DARAH MELEBAR DAN MEMBEKU.
DI Italia Obat untuk CORONA VIRUS AKHIRNYA DITEMUKAN. Dokter Italia, tidak mematuhi hukum kesehatan dunia WHO, untuk tidak melakukan otopsi pada kematian Corona virus dan mereka menemukan bahwa BUKANLAH VIRUS, tetapi BAKTERI lah yang menyebabkan kematian. Ini menyebabkan gumpalan darah terbentuk dan menyebabkan kematian pasien.
Italia mengalahkan apa yang disebut Covid-19, yang tidak lain adalah "Koagulasi intravaskular diseminata" (Trombosis) Dan cara untuk memeranginya, yaitu, penyembuhannya, adalah dengan "antibiotik, anti-inflamasi, dan antikoagulan". Berita sensasional ini untuk dunia telah diproduksi oleh dokter Italia dengan melakukan otopsi pada mayat yang meninggal karena Covid-19. Menurut ahli patologi Italia. "Ventilator dan unit perawatan intensif TIDAK PERNAH DI BUTUHKAN”*
 
Oleh karena itu perubahan protokol pandemi global di Italia, terungkap. Penyembuhan ini, sudah diketahui oleh Negara Cina dan tidak melaporkan hanya UNTUK MELAKUKAN BISNIS.
(Sumber: Kementerian Kesehatan Italia.)
 
catatan :
Jika terkena Covid-19 ... yang bukan Virus seperti yang mereka yakini, tetapi bakteri ... diperkuat dengan radiasi elektromagnetik 5G yang juga menghasilkan peradangan dan hipoksia.
 
Mereka harus melakukan hal berikut:
Minum Aspirin 100mg dan Apronax atau Paracetamol.
Mengapa? ... karena telah ditunjukkan bahwa apa yang dilakukan Covid-19 adalah menggumpalkan darah, menyebabkan orang tersebut mengembangkan trombosis dan darah tidak mengalir dan tidak mengoksigenasi jantung dan paru-paru dan orang tersebut mati dengan cepat karena tidak bisa bernafas.
 
Di Italia mereka mengacaukan protokol WHO dan melakukan otopsi pada mayat yang meninggal karena Covid-19 ... mereka memotong tubuh, membuka lengan, kaki dan bagian tubuh lainnya dan menyadari bahwa pembuluh darahnya melebar dan membeku, semua pembuluh darah dan arteri dipenuhi dengan trombosis, mencegah darah mengalir secara normal dan membawa oksigen ke semua organ, terutama otak, jantung dan paru-paru, dan pasien akhirnya sekarat,
 
Setelah mengetahui diagnosis ini, Kementerian Kesehatan Italia segera mengubah protokol pengobatan Covid-19 ... dan mulai memberikan kepada pasien positif mereka Aspirin 100mg dan Apronax atau Paracetamol. hasilnya : pasien mulai pulih dan hadir perbaikan dan Departemen Kesehatan merilis dan mengirim pulang lebih dari 14.000 pasien dalam satu hari."
 

[Cek Fakta] Italia Buktikan Covid-19 bukan Virus Melainkan Bakteri? Simak Faktanya

 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, informasi yang menyebut bahwa Italia membuktikan covid-19 adalah bakteri bukan virus merupakan klaim yang salah. Dilansir situs resmi Kementerian Kesehatan Italia salute.gov.it, dijelaskan bahwa virus korona baru (covid-19) adalah keluarga besar virus yang diketahui menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
 
Covid-19 adalah virus RNA untai positif dengan penampilan seperti mahkota di bawah mikroskop elektron. Orthocoronavirinae subfamili dari keluarga Coronaviridae selanjutnya diklasifikasikan ke dalam empat genera coronavirus (CoV): Alpha-, Beta-, Delta-, dan Gammacoronavirus. Genus Betacoronavirus selanjutnya dibagi menjadi lima subgenera (termasuk Sarbecovirus)
 
Virus korona diidentifikasi pada pertengahan 1960-an dan diketahui menginfeksi manusia dan berbagai hewan (termasuk burung dan mamalia). Sel epitel di saluran pernapasan dan saluran pencernaan adalah sel target utama. Sampai saat ini, ada tujuh jenis virus korona yang telah terbukti menginfeksi manusia.
 

[Cek Fakta] Italia Buktikan Covid-19 bukan Virus Melainkan Bakteri? Simak Faktanya
 

Merujuk USA Today, setelah virus Korona baru diidentifikasi oleh otoritas Tiongkok pada 7 Januari 2020, sejak itu Kementerian Kesehatan Italia belum mengumumkan penemuan obat atau mengubah pendiriannya tentang apa yang menyebabkan covid-19. Covid-19 dianggap sebagai penyakit yang disebabkan virus dan menjelaskan bahwa antibiotik adalah pengobatan yang tidak efektif karena covid-19 disebabkan oleh virus bukan bakteri.
 

[Cek Fakta] Italia Buktikan Covid-19 bukan Virus Melainkan Bakteri? Simak Faktanya
 

Masih dari sumber yang sama, WHO juga tidak melarang otopsi pasien covid-19. WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merilis pedoman bagi petugas kesehatan untuk melakukan otopsi secara aman terhadap pasien COVID-19 yang terkonfirmasi. Pedoman tersebut bisa dilihat di sini.
 
Pula, informasi bahwa Italia memakai antibiotik untuk mengobati pasien covid-19 karena disebabkan oleh bakteri, juga klaim yang salah. Dilansir kominfo.go.id yang merujuk Reuters, antibiotik tidak efektif melawan infeksi virus dan hanya direkomendasikan untuk pasien covid-19 yang juga memiliki infeksi bakteri.
 

[Cek Fakta] Italia Buktikan Covid-19 bukan Virus Melainkan Bakteri? Simak Faktanya
 

Kesimpulan:
Informasi yang menyebut bahwa Italia membuktikan covid-19 adalah bakteri bukan virus merupakan klaim yang salah. Dilansir situs resmi Kementerian Kesehatan Italia salute.gov.it, dijelaskan bahwa virus korona baru (covid-19) adalah keluarga besar virus yang diketahui menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih serius seperti MERS dan SARS.
 
Informasi tersebut masuk dalam hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
 

Referensi:
https://www.salute.gov.it/portale/nuovocoronavirus/dettaglioFaqNuovoCoronavirus.jsp?lingua=english&id=230#1
https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2020/05/29/fact-check-covid-19-caused-virus-not-bacteria/5277398002/
https://www.reuters.com/article/uk-factcheck-thrombosis-idUSKBN2343F5
 

*Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks dan memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id
 


 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif