Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] PDIP Menolak Hukuman Mati Bagi Koruptor karena Semua Koruptor Teman Mereka Hoaks, Ini Cek Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 12 Januari 2021 17:10
Beredar sebuah foto hasil tangkapan layar yang memperlihatkan Sekretaris Jendral DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam sampul artikel CNN Indonesia. Pada foto itu, terdapat narasi yang mengklaim PDIP menolak dengan tegas hukuman mati bagi koruptor karena semua koruptor adalah teman.
 
Akun Facebook Matt Hamvo mengunggah foto tersebut pada sebuah lamam grup MANUSIA MERDEKA yang memiliki anggota sebanyak 137,4 ribu akun, Sabtu 9 Januari 2021. Berikut narasi yang beredar:

"pdip menolak dng tegas hukuman mati bagi koruptor, dengan alasan semua koruptor adalah teman sehidup semati mereka…"


Benarkah foto yang beredar tersebut berisi klaim bahwa PDIP dengan tegas menolak hukuman mati karena teman sehidup semati? Berikut cek faktanya:
 

[Cek Fakta] PDIP Menolak Hukuman Mati Bagi Koruptor karena Semua Koruptor Teman Mereka Hoaks, Ini Cek Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim pada foto yang beredar bahwa PDIP menolak hukuman mati pada koruptor karena teman sehidup semati adalah salah. Faktanya, narasi pada foto yang beredar telah dimanipulasi. Dilansir Turnbackhoax.id, foto asli diunggah CNN Indonesia melalui artikel berjudul "PDIP Tolak Hukuman Mati Koruptor: Kita Harus Rawat Kehidupan" diunggah Kamis, 12 Desember 2019. Dalam artikel tersebut, bahwa benar PDIP tak setuju dengan wacana hukuman mati, namun bukan karena koruptor teman sehidup semati, melainkan karena tidak sejalan dengan semangat kemanusiaan.
 
Hasto mengatakan semua pihak tidak boleh menjadi penentu kehidupan seseorang. Hasto mengaku sepakat esensi dari korupsi adalah membunuh kemanusiaan. Namun, hukuman terberat bagi tindak pidana korupsi bukan dengan cara membunuhnya.
 
"Untuk hal yang menyangkut dengan kehidupan seorang manusia tersebut, kita harus hati-hati karena kita bukan pemegang kehidupan atas orang per orang. Kita harus merawat kehidupan itu,” ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta.
 
Hasto menganggap koruptor tetap harus dihukum berdasarkan dengan tingkat korupsinya. Selain dimiskinkan dan penjara seumur hidup, masih banyak cara untuk mencegah seseorang melakukan korupsi. Seperti pencabutan hak politik koruptor atau cara lain untuk menciptakan efek jera.
 

[Cek Fakta] PDIP Menolak Hukuman Mati Bagi Koruptor karena Semua Koruptor Teman Mereka Hoaks, Ini Cek Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim pada foto yang beredar bahwa PDIP menolak hukuman mati karena koruptor teman sehidup semati adalah salah. Faktanya, narasi pada foto yang beredar telah dimanipulasi.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis manipulated content (konten manipulasi). Manipulated content atau konten manipulasi biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan media-media besar dan kredibel. Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.
 

[Cek Fakta] PDIP Menolak Hukuman Mati Bagi Koruptor karena Semua Koruptor Teman Mereka Hoaks, Ini Cek Faktanya
 

 
Referensi:
https://turnbackhoax.id/2021/01/11/salah-pdip-menolak-dng-tegas-hukuman-mati-bagi-koruptor-dengan-alasan-semua-koruptor-adalah-teman-sehidup-semati-mereka/
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191211190840-32-456156/pdip-tolak-hukuman-mati-koruptor-kita-harus-rawat-kehidupan
https://archive.md/wZl4i
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini:https://bit.ly/2H42ayb

 


 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif