Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Bom Gereja di Makassar Dikendalikan Jarak Jauh oleh PKI? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Whisnu Mardiansyah • 31 Maret 2021 12:01
Beredar sebuah tangkapan pesan berantai yang menyebutkan insiden bom bunuh diri di depan Gereja Katedral di Makassar dikendalikan dari jarak jauh. Pelakunya adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan menggunakan remot.
 
Akun facebook Abdul Ghoni membagikan tangkapan layar pesan berantai ini pada 29 Maret 2021.Berikut pesan berantainya.

"Sandiwara rezim PKI dg mengorbankan org Islam persis yg terjd di Surabaya Tempo dulu. Korban disuruh antar barang di gereja sebelum masuk gereja BOM diledakkan lewat remot kendali jarak jauh. PKI ingin memframing PD publik bhw Islam teroris. Hati2 jika ada seseorang yg menyuruh kita minta kirimkan barang ke gereja. Bisa didlm barangnya terisi bom kendali jarak jauh jd strategi PKI utk menghancurkan islam"


Unggahan ini mendapatkan respon dari 530 warganet. Serta 189 komentar dan 224 kali dibagikan ulang.
 
[Cek Fakta] Bom Gereja di Makassar Dikendalikan Jarak Jauh  oleh PKI? Ini Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim bom gereja di Makassar dikendalikan dari jarak jauh adalah salah. Faktanya, bom di depan Gereja Katedral Makassar adalah insiden bom bunuh diri. Dilansir medcom.id, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang terlibat dalam serangan di Filipina beberapa waktu lalu.
 
Listyo Sigit menjelaskan, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar berinisial L. Pelaku yang mengakibatkan 19 orang (sebelumnya ditulis 20) itu merupakan atau terkait dengan terduga teroris yang beberapa waktu lalu ditangkap di Kota Makassar, tepatnya di Villa Mutiara.
 
"Bersangkutan merupakan kelompok dari beberapa pelaku yang beberapa waktu lalu, telah kita amankan," katanya, di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 28 Maret 2021.
 
Ia juga mengatakan bahwa pelaku merupakan bagian dari jaringan yang juga melakukan penyerangan gereja di Jolo, Filipina pada 2018 lalu. Bahkan pihaknya telah mencocokkan data-data dari pelaku dan kaitannya dengan jaringan tersebut.
 
[Cek Fakta] Bom Gereja di Makassar Dikendalikan Jarak Jauh  oleh PKI? Ini Faktanya
 
Sigit membeberkan jenis bom yang digunakan pelaku bom bunuh diri. Ia menyebut ledakan yang menyebabkan 19 orang terluka itu berasal dari jenis bom panci.
 
"Ledakan yang terjadi suicide boom dengan menggunakan jenis bom panci," kata Listyo, 28 Maret 2021.
 
Ledakan asal bom panci itu bersifat high explosive. Akibatnya, membuat tubuh pelaku tercerai berai di lokasi kejadian. Tak hanya itu, sejumlah kendaraan dan kaca hotel di sekitar lokasi ledakan pun pecah.
 
[Cek Fakta] Bom Gereja di Makassar Dikendalikan Jarak Jauh  oleh PKI? Ini Faktanya
 
Kesimpulan:
Klaim bom gereja di Makassar dikendalikan dari jarak jauh adalah salah. Faktanya, bom di depan Gereja Katedral Makassar adalah insiden bom bunuh diri.
 
Informasi ini jenis hoaks misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 
[Cek Fakta] Bom Gereja di Makassar Dikendalikan Jarak Jauh  oleh PKI? Ini Faktanya
 
Referensi:
1.https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/VNnlnlak-terungkap-ini-jenis-bom-yang-meledak-di-gereja-katedral-makassar
2.https://www.medcom.id/nasional/daerah/PNgYQ50k-kapolri-pelaku-bom-bunuh-diri-di-makassar-bagian-jad
3.https://archive.fo/lmwga
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016

 
(WHS)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif