Foto tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial
Foto tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Foto Presiden AS Jemput PM Singapura dan Jokowi hanya Dubes? Ini Faktanya

Medcom Files Jokowi Amerika Serikat Singapura lee hsien loong joe biden Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 17 Mei 2022 09:16
Beredar sebuah gambar berisi foto tangkapan layar dengan narasi bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden menjemput Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhina karena hanya dijemput duta besar (dubes). Foto ini beredar di media sosial.
 
Adalah akun twitter @Ganti2Nama yang turut mengunggah gambar tersebut, 14 Mei 2022. Berikut penampakannya:
 

[Cek Fakta] Foto Presiden AS Jemput PM Singapura dan Jokowi hanya Dubes? Ini Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Benarkah demikian?
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa foto itu memperlihatkan suasana Joe Biden menjemput PM Singapura saat tiba di Amerika Serikat, adalah salah. Faktanya, foto itu memperlihatkan Biden menyambut kedatangan para pemimpin negara ASEAN, termasuk PM Singapura di Gedung Putih.
 
Hal itu seperti diungkap PM Singapura di akun facebooknya, 13 Mei 2022. Berikut keterangannya:

"Presiden AS Joe Biden menyambut para pemimpin ASEAN ke Gedung Putih untuk mengadakan makan malam..." tulis Lee.


 
[Cek Fakta] Foto Presiden AS Jemput PM Singapura dan Jokowi hanya Dubes? Ini Faktanya
 

Presiden Biden juga menyambut kedatangan Presiden Jokowi di tempat yang sama. Hal itu seperti diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden pada 13 Mei 2022.
 

[Cek Fakta] Foto Presiden AS Jemput PM Singapura dan Jokowi hanya Dubes? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa foto itu memperlihatkan suasana Joe Biden menjemput PM Singapura saat tiba di Amerika Serikat, adalah salah. Faktanya, foto itu memperlihatkan Biden menyambut kedatangan para pemimpin negara ASEAN, termasuk PM Singapura di Gedung Putih.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Foto Presiden AS Jemput PM Singapura dan Jokowi hanya Dubes? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://www.youtube.com/watch?v=vXjiJP7b33w
https://mobile.twitter.com/Ganti2Nama/status/1525366423463526400
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 
Kami saat ini mengadakan survei/kuesionerbertujuan memahami perilaku dan preferensi audiens terkait konten cek fakta dari media/pers di Indonesia. Anda bisa mengisi survei melalui tautan link di bawah ini. Data Anda akan dijamin kerahasiaannya dan hanya akan digunakan guna keperluan penelitian.
 
Link survei: https://tinyurl.com/survei-audiens-cekfakta

 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif