Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Pemerintah Sadap Telepon dan Medsos Semua Warga? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Whisnu Mardiansyah • 13 Oktober 2020 12:31
Beredar sebuah pesan berantai yang menyebutkan kini pemerintah bisa memantau aktivitas telepon dan media sosial milik masyarakat. Aktivitas telepon dan media sosial bisa disadap pemerintah.
 
Narasi ini beredar di lewat pesan berantai di aplikasi Whatsapp. Berikut narasi pesan berantai tersebut.

"Mulai besok dan seterusnya ada peraturan komunikasi baru.
Setelah dilantikn ya Badan Siber & Sandi Nasional (BSSN), oleh Bpk Jokowi , Presiden NKRI:
.Semua panggilan dicatat.
.Semua rekaman panggilan telepon tersimpan.
.WhatsApp dipantau,
.Twitter dipantau,
.Facebook dipantau,
Semua....media sosial..... dan forum dimonitor,
Informasikan kepada mereka yang tidak tahu.
Perangkat Anda terhubung ke sistem pelayanan.
Berhati-hatilah mengirimkan pesan yg tidak perlu.
Beritahu anak-anak Anda, Kerabat dan teman tentang berita ini
Jangan teruskan tulisan atau video dll, bila Anda menerima postingan mengenai situasi politik/masalah Pemerintahan sekarang / PM, dll
Polisi telah mengeluarkan pemberitahuan yang disebut .. Kejahatan
Cargo ... dan tindakan akan dilakukan ... bila perlu hapus saja postingan yang masuk kalau akan merugikan anda.
 
Menulis atau meneruskan pesan apapun pada setiap perdebatan politik dan agama sekarang merupakan pelanggaran ... penangkapan tanpa surat perintah ...
Informasikan berita ini kepada orang lain agar selalu waspada.
Ini sangat serius, perlu diketahui semua kelompok dan anggota /individu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Bila anda sebagai Admin Group bisa dalam masalah besar.
Beritahu semua orang tentang ini untuk berhati-hati.
Tolong bagikan; Ini sangat berguna untuk Admin group, mohon berhati-hati...."


[Cek Fakta] Pemerintah Sadap Telepon dan Medsos Semua Warga? Ini Faktanya Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom.id, klaim pemerintah menyadap aktivitas telepon dan media sosial masyarakat adalah salah. Faktanya, informasi tersebut hoaks lama yang diunggah ulang dan telah dibantah oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan BSSN.
 
Dilansir dari Kompas.com, Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo saat itu Ferdinandus Setu mengatakan ada beragam alasan mengapa pesan berantai hoaks ini kembali muncul.
 
"Postingan tersebut adalah postingan lama yang diolah ulang. Ini adalah hoaks. Pemerintah sama sekali tidak melakukan apa yang disampaikan dalam postingan tersebut," ungkap Ferdinandus dilansir Kompas.com.
 
Dilansir dari Aktual.com, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan tidak memantau aktivitas telepon seluler serta konten media sosial masyarakat, melainkan menangani keamanan siber dan jaringan.
 
“Iya, saya konfirmasi lagi bahwa hal tersebut adalah hoaks, tidak benar,” ujar Juru Bicara BSSN Anton Setiawan.
 
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai berita palsu mengenai ranah kerja BSSN. BSSN menyaring dan memilah macam bahaya dan sifatnya untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan institusi yang berwenang lainnya.
 
BSSN menghindari duplikasi dengan semua unsur yang mempunyai kemampuan siber agar saling mengisi dan membantu. Keamanan siber yang menjadi ranah BSSN, antara lain menjaga supaya tidak ada ancaman yang menjadi kenyataan di alam siber, seperti dari hacker.
 

[Cek Fakta] Pemerintah Sadap Telepon dan Medsos Semua Warga? Ini Faktanya
 
Kesimpulan:
Klaim pemerintah menyadap aktivitas telepon dan media sosial masyarakat adalah salah. Faktanya, informasi tersebut hoaks lama yang diunggah ulang dan telah dibantah oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
 
Informasi ini jenis hoaks Fabricated Content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100 persen tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
[Cek Fakta] Pemerintah Sadap Telepon dan Medsos Semua Warga? Ini Faktanya
Referensi:
1.https://tekno.kompas.com/berita/09273727-telepon-disadap-dan-chat-di-whatsapp-dipantau-pemerintah-hoaks-atau-fakta?page=all
2.https://aktual.com/badan-siber-bantah-pantau-telepon-dan-konten-sosmed-masyarakat/
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(WHS)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif