Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Video Jenazah Imam Samudra Direlokasi Imbas Pelebaran Jalan? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Whisnu Mardiansyah • 15 November 2020 12:40
Beredar sebuah video melalui pesan berantai WhatsApp yang diklaim memperlihatkan jenazah Imam Samudra, terpidana mati kasus Bom Bali 2002 dan dieksekusi tahun 2008. Disebutkan, jenazah Imam Samudera dipindahkan karena adanya proyek pelebaran jalan.
 
Video yang sama juga beredar di berbagai platform media sosial. Terdapat narasi pada video tersebut. Berikut selengkapnya:

"Pemindahan kubur Imam Samudera karena projek melebarkan jalan. Setelah 10 tahun mati di tembak oleh firing squad pemerintah indonesia pada tanggal 9 Nov 2008, jenazah pejuang syahid Imam Samudera masih segar ibarat sedang tidur, beliau dijatuhkan hukuman mati karena mengebom kelab malam di Bali pada tahun 2002. ???????????? Al Fatehah".


[Cek Fakta] Video Jenazah Imam Samudra Direlokasi Imbas Pelebaran Jalan? Ini Faktanya
 
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom.id, klaim video memperlihatkan pemindahan jenazah terpidana mati kasus Bom Bali 2002 Imam Samudra, adalah salah. Faktanya, video tersebut hoaks lama pada 2018 yang diunggah ulang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Akun resmi Facebook Divisi Humas Polri telah membuat video klarifikasi. Disebutkan dalam video klarifikasi, jenazah yang terlihat pada video yang viral tersebut adalah Yaser Bin M. Thamrin, seorang tahanan kasus tindak pidana terorisme di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Berikut secara lengkap klarifikasinya:

"BE SMART NETIZEN
.
Beredarnya video di youtube yang mengatasnamakan Rudi Yonda dengan judul jasad terkubur, tapi masih utuh adalah HOAX / TIDAK BENAR.
.
Mayat tersebut bukanlah mayat Imam Samudra. Melainkan mayat Yaser Bin M. Thamrin, seorang tahanan kasus tindak pidana terorisme di lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.
.
Yaser meninggal dunia karena sakit di RSUD Tangerang Selatan (Tangsel). Selasa 17 Juli 2018".


Dilansir Detik.com, Kadiv Humas Mabes Polri saat itu Irjen Setyo Wasisto memberikan video klarifikasi soal makam Imam Samudra. Dalam video itu, ada beberapa anggota keluarga Imam di dekat makam. Mereka mengatakan makam Imam Samudra tidak digali. Berikut ini penjelasan lengkapnya dari video tersebut.
 
"Berita ini disaksikan KH Mulyadi dari Cipondoh, Tangerang, dan saya yang ngomong dan Saudara Juli, Pak RT, Pak Wawan selaku kakak kandung almarhum dan almaghfiroh keponakan almarhum Imam Samudra. Ini saya foto makam daripada Imam Samudra masih utuh dan tidak ada sedikit pun tanda makam itu digali atau tanda-tanda makam Imam Samudra dipindahkan. Dan jadi berita yang menyatakan makam Imam Samudra digali dan jasadnya masih utuh itu hoax belaka. Jangan percaya dengan berita tersebut. Demikian klarifikasi ini saya sampaikan kepada seluruh kaum muslimin di seluruh Indonesia."
 
[Cek Fakta] Video Jenazah Imam Samudra Direlokasi Imbas Pelebaran Jalan? Ini Faktanya
 
Kesimpulan:
Klaim video memperlihatkan pemindahan jenazah terpidana mati kasus Bom Bali 2002 Imam Samudra, adalah salah. Faktanya, video tersebut hoaks lama pada 2018 yang diunggah ulang.
 
Informasi itu masuk kategori hoaks jenis false connection (koneksi yang salah). Ciri paling gamblang dalam mengamati konten jenis ini adalah ditemukannya judul yang berbeda dengan isi berita. Konten jenis ini biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.
[Cek Fakta] Video Jenazah Imam Samudra Direlokasi Imbas Pelebaran Jalan? Ini Faktanya
Referensi:
1.https://news.detik.com/berita/d-4129328/hoax-video-jenazah-imam-samudra-masih-utuh-ini-penjelasan-polri
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(WHS)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif