IDC merilis posisi lima besar merek hape yang menguasai pangsa pasar (market share) di Indonesia. Peringkat pertama ada Samsung yang menguasai pangsa pasar (market share) kuartal kedua (Q2) 2023 dengan persentase 20,8 persen.
“Inovasi produk dan layanan kami menjadikan Samsung smartphone banyak diminati masyarakat Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan konsumen setia Samsung,” ungkap Selvia Gofar, MX Head of Product Marketing & Partnership Samsung Electronics Indonesia (SEIN).
BACA JUGA: Cek Nih, 5 Besar Merek Hape yang Kuasai Pasar Indonesia Q2 2023
“Kami terus meningkatkan kenyamanan pengguna smartphone Samsung melalui One UI yang membuat konektivitas dengan perangkat Samsung lainnya semakin mulus tanpa jeda,” tambahnya.
Selvia Gofar mengklaim keberhasilan Samsung untuk mendominasi pangsa pasar hape di Tanah Air tidak terlepas dari ketersediaan ekosistem produk yang lengkap. serta inovasi dan fitur yang terhubung antar perangkat.
“Misalnya, seperti drag drop file dari Galaxy Z Fold5 ke Galaxy Tab S9, Samsung Health di smartphone terkoneksi dengan Galaxy Watch6 Series, memindahkan data dengan Quick Share ke sesama Galaxy atau non Android, dan masih banyak lagi,” jelas Selvia.
“Kami ingin pengguna smartphone Samsung mendapatkan mobile experience terbaik,” sambungnya. IDC juga merilis informasi mengenai tren hape 4G dan 5G di Indonesia yang dianggap cukup unik.
Meskipun sudah sangat banyak merek yang menawarkan hape 5G harga terjangkau di TAnah Air namun kenyataannya hape 4G terbaru masih lebih diminati. Persentase penggunaan hape 4G masih lebih banyak dibandingkan hape 5G.
“Meskipun saat ini (hape 5G) semakin murah, tapi hape 4G menawarkan pilihan yang lebih menarik dari segi spesifikasi dan harga. Ketersediaan konektivitas 5G juga masih terbatas di area tertentu sehingga fitur 5G masih belum menjadi daya tarik bagi konsumen baru,” ujar Vanessa Aurelia, analis di IDC.
BACA JUGA: Pasar Hape Indonesia Lesu Gaes! Hape 4G Masih Populer, 5G Gak Menarik
Hal ini juga berakibat penetrasi teknologi 5G masih akan rendah, perusahaan telekomunikasi masih akan menahan diri untuk berinvestasi di jaringan 5G dengan mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan serta pendapatan yang diperoleh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News