Roket Ariane 5 yang digarap ESA dan ArianeGroup. (ESA)
Roket Ariane 5 yang digarap ESA dan ArianeGroup. (ESA)

Lembaga Antariksa Eropa Ciptakan Roket Daur Ulang Mirip SpaceX

Cahyandaru Kuncorojati • 07 Juni 2020 15:01
Jakarta: Keberhasilan SpaceX milik Elon Musk mengembangkan roket Falcon 9 yang merupakan roket daur ulang ternyata dilirik oleh lembaga antariksa lain. Penggunaan roket daur ulang diklaim bisa menekan biaya penerbangan atau misi ke luar angkasa.
 
Bukan lembaga atau perusahaan swasta, minat meniru roket SpaceX Falcon 9 datang dari lembaga pemerintahan bernama ESA (European Space Agency). Lembaga penelitian dan penerbangan antariksa ini mewakili 22 negara Eropa yang menjadi anggotanya.
 
Dikutip dari Digital Trends, ESA berencana mengembangan mesin roket (vulcain) jenis baru dari Promotheus. Vulcain Promotheus sendiri sudah dikembangkan sejak tahun 2017 dan masih berjalan hingga saat ini dan pembuatannya dilakukan oleh perusahaan swasta bernama Ariane Group.

Baca: Pakai Roket Daur Ulang, SpaceX Kembali Terbang Bawa 60 Satelit
 
Diketahui Ariane Group tidak sepenuhnya perusahaan swasta seperti SpaceX. Perusahaan tersebut merupakan joint venture antara ESA dengan Airbus Safran asal Prancis. Mesin roket Promotheus terbaru ini nantinya akan digunakan pada roket Ariane 6 dan seterusnya.
 
Proyek pengemabangan roket daur ulang ini awalnya diumumkan oleh lembaga antariksa Prancis bernama CNES tahun lalu. Namun kini akhirnya ESA sepakat untuk membiayai sepenuhnya proyek ini. Mereka punya target untuk menciptakan roket daur ulang sangat murah biaya pembuatan an operasionalnya.
 
Baca: Berhasil Meluncur, Pesawat Antariksa SpaceX dan NASA Tuju ISS
 
Di laman situs resmi ESA, dijelaskan bahwa roket daur ulang ini akan menggunakan bahan bakar oksigen cair yang diolah menjadi methanol, sedikit berbeda dari Space Falcon 9 yang menggunakan kerosene. Namun keduanya memang diklaim sama-sama menjadi bahan bakar roket masa depan.
 
ESA ingin roket daur ulang mereka nantinya punya beberapa fitur seperti gaya dorong yang bervariasi, pengaktifan bertahap hingga beberapa kali, sesuai untuk beragam misi penerbangan dan meminimalisir perawatan sebelum dan sesudah penerbangan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA