Assassin's Creed Odyssey

Menjajal Assassin's Creed Odyssey dan NVIDIA RTX 2080

Cahyandaru Kuncorojati 25 Oktober 2018 09:18 WIB
gamesnvidiahardwareubisoftgeforce rtxvga
Menjajal Assassins Creed Odyssey dan NVIDIA RTX 2080
NVIDIA GeForce RTX 2080.
Jakarta: Medcom.id menjajal kartu grafis NVIDIA terbaru yakni GeForce RTX 2080 versi reference yang berbasis arsitektur Turing.

Sebelum membahasnya lebih mendalam lewat ulasan khusus, kami ingin mencoba performanya lewat game terbaru kelas AAA yakni Assassin's Creed Odyssey.

Salah satu teknologi dari NVIDIA Turing di NVIDIA GeForce RTX 2080 adalah kehadiran efek ray tracing pada game yang sudah didukung. 
 
  Testbed Medcom.id
Prosesor  Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
Motherboard  ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
RAM  Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
VGA  Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
Pendingin  Noctua NH-U21S
Storage Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
PSU  Corsair RM 850X
Monitor  ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
Mouse Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
Mousepad Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
Keyboard Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
Headset Corsair HS60, Corsair HS70

NVIDIA Geforce RTX 2080 versi reference mampu menyajikan rata-rata framerate yang cukip stabil, sekitar 60 fps. Perlu dicatat bahwa Medcom.id mengatur aspek kualitas grafis seluruhnya ke tingkat Ultra atau paling tinggi.




Dalam proses benchmark, terpantau NVIDIA GeForce RTX 2080 versi reference dan testbed PC Medcom.id mampu memainkan game Assassin's Creed Odyssey di kualitas Ulra dengan framerate paling rendah 33 fps, rata-rata berjalan di 73 fps, dan paling tinggi di 119 fps.

Bagaimana dengan hasil kualitas gambarnya selama permainan? Berikut ini Medcom.id lampirkan beberapa hasil fotonya. NVIDIA GeForce RTX 2080 mampu menyajikan pantulan dari arah datangnya cahaya matahari di dalam game dengan cukup akurat.







Hal ini terlihat dari bayangan yang sesuai dengan arah datangnya cahaya. Saat bagian wajah karakter saat dilihat lebih dekat lagi, jatuhnya bayangan pada sebuah benda menjadi lebih nyata dan tampilan grafis memang sangt tajam.

Pada kondisi malam hari pun demikian. cahaya dari bulan maupun dari nyala tungku perapian juga diperlihatan dramatais tapi tetap memperhatikan ketajaman dan akurasi. Beralih ke kondisi pagi hari, NVIDIA dan Assassin's Creed Odyssey berhasil menampilkan efek kabut dan sinar matahari yang cukup nyata.











(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.