Menparekraf Wishnutama dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (Foto: Krispen/Medcom.id)
Menparekraf Wishnutama dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (Foto: Krispen/Medcom.id)

Janji Menparekraf Wishnutama untuk Pariwisata Banyuwangi

Rona wisata jawa timur Kemenparekraf
Sunnaholomi Halakrispen • 09 Januari 2020 15:04
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio akan menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi percontohan bagi daerah lain, karena memiliki prestasi. Ia pun berjanji akan mendukung destinasi Wisata Banyuwangi, tak kalah dari destinasi-destinasi prioritas.
 
"Walaupun Banyuwangi bukan destinasi prioritas, saya sampaikan bahwa dukungan saya untuk Banyuwangi tidak akan kalah dibanding destinasi prioritas yang sudah ada. Saya janji," ujar Menparekraf Wishnutama di Gedung Kemenparekraf, Jakarta Pusat.
 
Menteri yang disapa Tama itu menyatakan, jika dirinya bisa dan mampu, Kemenparekraf pasti akan mendukung pariwisata Banyuwangi sepenuhnya. Tak asal bicara katanya, ada alasan di balik janji yang diucapkan Tama kali ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika saya bisa bantu support, itu melakukannya dengan senang hati karena saya tahu betul bahwa apa yang dibantu ini membuat dampak bagi masyarakat Banyuwangi," tegasnya.
 
Sebab, pihak yang bertanggung jawab dalam pariwisata Banyuwangi dinilai sangat serius dalam membuat event, video, maupun mengemas kreativitas. Terbukti, berdasarkan data yang dipaparkan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, ada penurunan angka kemiskinan di tempatnya yang disebabkan oleh peningkatan sektor pariwisata.
 
Janji Menparekraf Wishnutama untuk Pariwisata Banyuwangi
 
Per 8 Januari 2020, angka kemiskinan Banyuwangi turun menjadi 7,52 persen. Kabupaten di Jawa Timur ini sempat mencapai angka dua digit pada 2010. Anas mengaku bahwa pihaknya melibatkan seluruh masyarakat dalam mengoptimalkan sektor pariwisata dan tidak pernah minta apa pun kepada pemerintah pusat.
 
"Walaupun enggak diminta, rasanya ingin support. Inilah pemerintah yang punya pengaruh positif sehingga semua bergerak ke arah positif dan ini menurut saya luar biasa," tutur Menparekraf.
 
Apresiasi diberikannya kepada Bupati Anas atas upaya mengoptimalkan pariwisata di Banyuwangi. Menurut Tama, prestasi tersebut telah mempermudah tugasnya dalam membuktikan ke tempat lain bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif bisa membuat masyarakat jauh lebih sejahtera.
 
"Saya tentunya berharap events di Banyuwangi dikemas semakin sempurna. Tadi saya sempat bisik-bisik dengan Pak Anas, kalau bisa kita buat yang sekalian spektakuler. Kalau pemerintah punya strategi super prioritas, kita buat event yang super spektakuler," ungkapnya.
 
Menteri Tama mengingatkan, hingga saat ini sektor pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar nomor dua di Indonesia. Akan tetapi, apabila seluruh daerah memiliki kemampuan seperti Banyuwangi terkait pariwisata, ia meyakini dalam waktu dekat devisa nomor satu di Indonesia bisa berasal dari sektor pariwisata.
 
"Kami semua di Kemenparekraf yang akan support, sehingga yang diundang betul-betul dalam skala besar. Nanti insha Allah saat saya ke Banyuwangi mungkin kita bisa bicarakan untuk mewujudkan mimpi ini. Semoga Banyuwangi bisa jadi contoh from local to global, ini suatu hal yang saya betul-betul harapkan ke depan," pungkas Tama.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif