NEWSTICKER
Foto: Kemenparekraf
Foto: Kemenparekraf

Kemenparekraf Memamerkan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas di Turki

Rona Kemenparekraf
Sunnaholomi Halakrispen • 04 Februari 2020 14:49
Istanbul: Lima destinasi wisata super prioritas Indonesia dikenalkan di Turki melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Hal tersebut dilakukan dalam kegiatan East Mediterranean International Tourism and Travel (EMITT) 2020 di Istanbul, Turki, pada 30 Januari-2 Februari 2020.
 
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenparekraf, Nia Niscaya, mengatakan bahwa pihaknya sengaja melakukan branding pariwisata untuk lima destinasi super prioritas. Harapannya, mendapatkan aliran potensi transaksi maksimal dari edisi ke-24 EMITT 2020 di Turki.
 
“EMITT memiliki posisi strategis untuk memasarkan produk pariwisata Indonesia. Apalagi, yang kami tawarkan adalah 5 Destinasi Super Prioritas. Melihat besarnya respon publik,” ujar Nia dalam rilis Kemenparekraf yang diterima Medcom.id.
 
Sajian eksotisnya lima Destinasi Super Prioritas. Ada destinasi Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), serta Likupang (Sulawesi Utara).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Promosi tersebut dinilai memikat publik Mediterania Timur. Selain itu, Nia mengungkapkan bahwa menurut pengakuan industri, potensi transaksinya makin positif. Selanjutnya, Kemenparekraf akan terus memantau hasilnya.
 
Kemenparekraf Memamerkan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas di Turki
 
EMITT 2020 Turki digelar empat hari di Pusat Pameran dan Kongres Tuyap, Buyukcekmece, Istanbul, Turki. Secara profil, EMITT 2020 menawarkan konsep business to business (B2B) dan business to consumer (B2C).
 
Pada 2020, peserta pameran EMITT mencapai 1.021 orang yang datang dari 94 negara. Hasilnya, 57.470 pengunjung dari latar belakang pelaku bisnis pariwisata dan umum membanjiri event edisi ke-23 sebelumnya.
 
Nia menambahkan, EMITT 2020 sudah dieksplorasi secara maksimal. Potensi bisnis yang ada di EMITT 2020 pun telah diperhitungkan, dieksplorasi secara maksimal dan semuanya sudah dioptimalkan.
 
“Sebab, kami melibatkan secara langsung juga para pelaku industri pariwisata tanah air. Mereka itu langsung membuat kesepakatan dengan sesama pelaku bisnis pariwisata dan publik di Turki,” paparnya.
 
Kemenparekraf Memamerkan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas di Turki
 
Menjaring pasar Turki bahkan global, Kemenparekraf menyertakan enam industri pariwisatanya di EMITT 2020. Komposisinya, ada empat travel agen/tur operator (TA/TO) dan dua hotel/resort yang menempati paviliun seluas 63 meter persegi di Hall 2.
 
Mereka berasal dari lima destinasi, seperti Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan. Potensi terbaik dari setiap destinasi pun ditampilkan. Jakarta dan Bali tetap dilibatkan karena menjadi destinasi utama wisatawan Turki.
 
“Sebab, arus wisatawan Turki di 2 destinasi itu sangat bagus. Destinasi tersebut masih menjadi favorit. Secara umum, jejaring bisnis yang terbentuk dari EMITT 2020 sangat bagus,” tutur Nia.
 
“Semua elemen yang terlibat dalam EMITT 2020 memang sangat aktif. Sebab, ini momentum terbaik untuk menguatkan pasar pariwisata Indonesia khususnya dari Turki. Pasar Turki tetap potensial karena aliran wisatawannya bagus dalam beberapa tahun terakhir,” tambahnya.
 
Menjadi salah satu pasar menjanjikan di zona Mediterania, pergerakan wisatawan Turki ke Indonesia pun kompetitif. Sepanjang Januari-Oktober 2019, pergerakan wisatawan Turki mencapai 20.096 orang. Angka ini meningkat 11 persen dari 2018 yang mencapai 18.087 wisatawan. Dan, sepanjang 2019, pasar Turki ditarget hingga 25.080 orang wisatawan.
 
Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional IV (Eropa) Kemenparekraf Agustini Rahayu mengatakan, EMITT 2020 memiliki posisi strategis untuk menaikkan arus kunjungan wisman.
 
“Peserta pameran dari berbagai negara, selain potensi pasar Turki sendiri yang bagus. Dengan profil yang ada, potensi transaksi dari EMITT 2020 juga ternyata besar. Jumlahnya akan semakin tumbuh dalam jangka panjang karena ada lini pasar dari negara lainnya,” pungkas Agustini.
 

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif