Labuan Bajo menjadi salah satu daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang ke NTB. (Foto: Kemenparekraf)
Labuan Bajo menjadi salah satu daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang ke NTB. (Foto: Kemenparekraf)

Pariwisata Indonesia Terancam Kehilangan Rp7,7 Triliun Akibat Korona

Rona Virus Korona pariwisata indonesia covid-19
Kumara Anggita • 13 Maret 2020 06:00
Jakarta: Virus korona yang bikin panik warga dunia telah menurunkan minat mereka yang mau berwisata. Untuk itu, bersama-sama sektor pariwisata perlu untuk dibangun kembali.
 
Sektor pariwisata merupakan sektor yang kerjanya sangat bergantung pada stabilitas sosial-politik, keamanan, dan lingkungan. Apabila salah satu faktor stabilitas terganggu, maka kinerja pariwisata akan turut mengalami gangguan.
 
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi ada potensi kehilangan devisa dari sektor pariwisata senilai USD530 juta atau sekira Rp7,7 triliun akibat virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Hariyadi B. Sukamdani mengatakan bahwa kerugian dari industrinya sendiri sekitar USD1,5 miliar. Semua ini karena sebelumnya turis dari Tiongkok banyak yang datang ke Indonesia, sekitar dua juta.
 
“Mulai awal Februari tak ada pesawat dari tiongkok ke sini. Ada juga dari negara-negara lain yang membatalkan, itu perkiraan (kerugian) USD400 miliar," ujar Hariyadi.
 
Dia berharap agar para pengusaha dan sektor industri bisa bekerja sama dengan pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi di pasar domestik.
 
“Kita harus tetap aktif melakukan kegiatan demi menjaga ekonomi nasional. Karena mata rantai ekonomi Indonesia juga menyentuh hingga level grass root, contohnya UKM yang sangat erat berhubungan dengan pariwisata. Namun kita tetap waspada terhadap kebersihan diri dan lingkungan agar dapat menekan lakur penyebaran virus korona,” ungkap Hariyadi.
 
Pemerintah melalui kementerian Pariwiwsata dan Ekonomi Kreatif telah mencanangkan pemberian insentif, atau diskon untuk mendorong peningkatan wisatawan nusantara melalui diskon pesawat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkam belanja domestik di sektor pariwisata.
 
Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) juga mengimbau jika warganet mendapatkan informasi terkait Covid-19 yang diduga hoaks agar melaporkan ke aduankonten.id maupun email.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif