Mengingat beberapa kasus hilangnya pesawat yang berakhir duka, para keluarga penumpang dan kru pesawat seakan harus bersiap diri menerima risiko terburuk dari hilangnya peswat yang tengah dalam perjalanan. Yakni, tidak adanya korban selamat.
Lalu, bagaimana jika kita berada dalam situasi demikian? Menurut LiveScience, kemungkinan seseorang mengalami kecelakaan pesawat terbang adalah 1:11 juta. Hal itu tidak mengherankan karena pesawat terbang memang merupakan alat transporatsi dengan risiko kecelakaan paling kecil ketimbang kereta api, kapal, atau angkutan darat.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Untuk meminimalisasi risiko kecelakaan pesawat terbang, berikut tips dari JSOnline:
1. Duduklah sedekat mungkin dengan pintu keluar. Menurut salah satu pakar penerbangan, penumpang yang duduk lima baris dekat pintu keluar memiliki kemungkinan paling besar dari kebakaran pesawat.
2. Jika pesawat jatuh menukik, bangku penumpang terdepan yang biasanya adalah kelas eksekutif, memiliki risiko lebih besar ikut hancur. Sedangkan, mereka yang berada di bangku belakang memiliki risiko selamat hingga 78%.
3. Semakin besar pesawat, semakin besar pula tingkat keamanan dan keselamatannya.
4. Jika terjadi sesuatu, duduk menunduk, ini bisa memperbesar tingkat keselamatan. Jika duduk tegak, Anda bisa terkena puing-puing. Juga usahakan agar satu tangan bebas bergerak agar nantinya mudah melepaskan sabuk pengaman.
Terlepas dari segala upaya keselamatan di atas, kini yang kita bisa lakukan adalah berdoa agar para penumpang AirAsia QZ8501 ditemukan dengan selamat. Serta, agar para keluarga penumpang serta kru pesawat diberikan ketabahan. (vintechnology)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(PRI)
