Salah satu acara dalam Perayaan Sekaten Keraton Yogyakarta. (Foto: Dok. Website resmi Keraton Yogyakarta/Kratonjogja.id)
Salah satu acara dalam Perayaan Sekaten Keraton Yogyakarta. (Foto: Dok. Website resmi Keraton Yogyakarta/Kratonjogja.id)

5 Acara Seru di Perayaan Sekaten Keraton Yogyakarta

Rona wisata
Patricia Vicka • 13 Oktober 2019 15:00
Yogyakarta: Perayaan Sekaten bakal digelar kembali pada 1 hingga 9 November 2019. Beragam acara menarik bakal diselenggarakan di dalam tradisi yang sudah ada sejak jaman Wali songo ini. Tak hanya menarik, rangkaian acara juga mengadung filosofi dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Mataram.
 
Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Kridomardowo yang mengurusi kebudayaan, Kanjeng Pangeran Hariyo (KPH) Notonegoro menjelaskan tahun ini perayaan Sekaten lebih spesial karena tidak diikuti oleh pasar malam. Sehingga pengunjung bisa merasakan aura dan suasana asli sekaten di masa lampau.
 
Sekaten berasal dari kata ‘Syahadatain’ yang berarti dua kalimat syahadat. Selain itu, Sekaten juga terkait erat dengan gamelan yang diberi nama Kyai Sekati. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Konon, pada masa Kerajaan Demak, para Wali menggunakan momentum kelahiran Nabi Muhammad yang jatuh pada Bulan Mulud (Tahun Jawa) untuk berdakwah dengan pertama-tama membunyikan Gamelan Sekati.
 
Masyarakat yang tertarik dengan suara gamelan pada sunyi senyap masa silam, akan berkumpul dan kemudian mendengarkan dakwah para Wali dalam menyebarkan agama Islam. 
 
5 Acara Seru di Perayaan Sekaten Keraton Yogyakarta
(Sumping Melati dalam Perayaan Sekaten Keraton Yogyakarta. Foto: Dok. Website resmi Keraton Yogyakarta/Kratonjogja.id)

Berikut lima tradisi dan acara menarik di perayaan Sekaten.
 
1. Pameran Karya Seni dan Pusaka Keraton 

Pameran berlangsung tanggal 1-9 November di Bangsal Pagelaran dan Sitihinggil Keraton Yogyakarta (pintu masuk di dekat Alun-alun Utara). Pameran kali ini memamerkan segala hal tentang Sri Sultan Hamengku Buwono 1 diantaranya Biografi, karya seni, peran dan anugerah pahlawan.
 
Pembukaan pameran berlangsung pada 1 November 2019 jam 19.00 di bangsal pagelaran. Akan ditampilkan tarian ciptaan HB I yaitu Beksan Guntur Segoro untuk memeriahkan pembukaan pameran.
 
Dalam pameran kali ini dipamerkan pula dua benda milik HB I yakni Kyai Thanduk Lawak dan Kyai Quran. Thandu Lawak adalah alat untuk mengangkut Sri Sultan HB I saat berpergian. 
 
Alat ini membutuhkan delapan abdi dalem untuk menandu Sultan HB I. Sementara Kyai Quran adalah Al Quran yang diperkirakan sudah ada sejak kerajaan Ngayogyakarta berdiri sekitar tahun 1797. 
 
Tiket masuk ke pameran dapat diperoleh di loket pembelian yang berada di sebelah barat Bangsal Pagelaran.
 
5 Acara Seru di Perayaan Sekaten Keraton Yogyakarta
(Prosesi Miyos dan Kondur Gangsa. Foto: Dok. Website resmi Keraton Yogyakarta/Kratonjogja.id)

2. Prosesi Miyos dan Kondur Gangsa

Prosesi Sekaten diawali dengan prosesi Miyos Gangsa. Yaitu keluarnya Gamelan Sekati Kanjeng Kiai (KK) Gunturmadu dan Kanjeng Kiai (KK) Nagawilaga dari dalam Keraton Yogyakarta menuju area Pagongan Masjid Gedhe. Myos Gangsa berlangsung pada tanggal 6 Mulud Tahun Jawa atau sekitar Minggu 3 November 2019 sekitar pukul 23.00 wib.
 
Selama berada di Pagongan Masjid Gedhe antara 6-12 Mulud ini, gamelan terus menerus ditabuh mulai sejak pagi hingga tengah malam secara bergantian. Rentang waktu pada saat gamelan dibunyikan inilah yang disebut dengan berlangsungnya tradisi Sekaten. 
 
Gamelan Sekati akan dikembalikan ke dalam keraton melalui prosesi Kondur Gangsa. Kondur Gangsa akan dilaksanakan pada Sabtu, 9 November 2019 pukul 23.00.  

3. Nyebar Udhik-udhik

Sesaat sebelum dimulainya prosesi Kondur Gangsa, Sultan akan datang ke halaman Masjid Gedhe untuk menyebar udhik-udhik  yang terdiri dari beras, biji-bijian dan uang logam. Udhik-udhik berlangsung di tiga tempat diawali dari Pagongan Kidul, Pagongan Lor, dan di dalam Masjid Gedhe. Peristiwa ini merupakan momen yang mempertemukan raja dengan rakyat secara langsung. 
 
Tradisi lain selama Sekaten adalah pembacaan Riwayat Nabi di Serambi Masjid Gedhe yang akan dihadiri oleh Sri Sultan. Pada momen ini Sri Sultan akan mengenakan simping atau rangkaian bunga di telinga. Penggunaan simping bunga menyimbolkan makna bahwa raja akan mendengarkan keluhan serta aspirasi rakyat.
 
5 Acara Seru di Perayaan Sekaten Keraton Yogyakarta
(Tabuhan gamelan dalam Perayaan Sekaten Keraton Yogyakarta. Foto: Dok. Website resmi Keraton Yogyakarta/Kratonjogja.id)

4. Perlombaan Seni dan Budaya

Perlombaan di antaranya Lomba Karawitan yang diikuti oleh kelompok karawitan tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama se-DIY.  Adapula pertunjukan seni, yang memberi ruang bagi komunitas, sanggar, ataupun institusi seni utuk dapat tampil mengisi acara di Bangsal Pagelaran. 
 
Akan digelar pula diskusi film budaya dan dokumenter. Film dan dokumenter yang akan diputar adalah koleksi Keraton Yogyakarta dan koleksi instansi.

5. Grebeg Mulud Sekaten

Grebeg Mulud adalah prosesi pemberian gunungan hasil bumi dari Raja Keraton kepada masyarakat. Gunungan adalah simbol pemberian sedekah raja kepada rakyat. Ada lima hingga tujuh gunungan diarak dari dalam Keraton ke Masjid Kauman, Kantor Gubernur dan Pura Pakualam. 
 
Bregodo (prajurit) Keraton akan mengawal kirab gunungan. Masayarakat kemudian dipersilahkan mengambil hasil bumi dari gunungan. Garebeg Mulud akan diselenggarakan pada Minggu, 10 November 2019 mulai pukul 09:00. Acara ini menjadi penutup rangkaian acara Sekaten 2019.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif