Berbahan dasar ikan Rengkik atau Cendil yang konon katanya hanya hidup di Sungai Brantas ini coba diangkat menjadi makanan khas Kota Mojokerto.
Berbagai makanan olahan dihasilkan dari bahan dasar ikan tersebut diantaranya Asem-asem, Botok, Pepes, Acar Cendil, Ikan Cendil Berselimut, Rengkik Isi Cabut Tulang Nasi Bareng, Gulai Ikan Rengkik.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Festival yang diikuti oleh 20 kelompok ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta pelaku usaha yang ada di Mojokerto ini diharapkan dapat menciptakan makanan khas Mojokerto dan menjadikan kota ini sebagai kota kuliner.
"Proses masaknya juga lumayan susah, karena biasanya ikan ini (Rengkik) berasa hambar, jadi pintar-pintar kokinya saja untuk mengakali rasanya," ujar salah satu peserta festival, Siti Ainun Jariah.
Lebih lanjut Ainun mengatakan, dirinya menyambut baik acara ini. Ia berharap, ikan yang selama ini dipercaya hanya hidup di Sungai Brantas tersebut, dapat menjadi ikon baru kuliner Kota Mojokerto.
"Selama ini kan terkenalnya hanya Rawon saja, mungkin dengan acara ini ikan Rengkik menjadi ikon baru Mojokerto," pungkasnya.
Secara terpisah Walikota Mojokerto menuturkan, pihaknya berharap agar Mojokerto memiliki ikon baru kuliner serta dapat memberdayakan masyarakat setempat.
"Kita akan permudah mereka untuk mendapatkan pinjaman modal agar dapat melestarikan kuliner ikan Rengkik ini, dan bisa mendapatkan pinjaman modal tanpa bunga dari Pemkot Mojokerto," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(AWP)
