WISATA MALAM DAN KULINER DI BLOK M: Pengunjung menikmati makanan saat wisata kuliner malam di Blok M Square, Jakarta, Selasa (26/7) malam. Wisata kuliner blok M Square merupakan salah satu spot wisata malam yang banyak dikunjungi warga Jakarta, selain har
WISATA MALAM DAN KULINER DI BLOK M: Pengunjung menikmati makanan saat wisata kuliner malam di Blok M Square, Jakarta, Selasa (26/7) malam. Wisata kuliner blok M Square merupakan salah satu spot wisata malam yang banyak dikunjungi warga Jakarta, selain har

Murah Meriah Wisata Malam Jakarta

Rona wisata jakarta
Media Indonesia • 05 Agustus 2016 10:48
medcom.id: Berwisata pada malam hari bisa menjadi pilihan untuk menikmati suasana khas Ibu Kota. Berbagai tempat wisata mudah dijangkau meski tanpa kendaraan pribadi karena telah terkoneksi dengan transportasi umum, khususnya bus Trans-Jakarta.
 
Sebut saja Taman Impian Jaya Ancol, Monas, dan Kota Tua. Siapa pun bisa menjangkau kawasan itu dengan modal Rp3.500, bahkan gratis, sebab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyediakan bus wisata yang bebas biaya.
 
Aini, 35, misalnya. Warga Solo, Jawa Tengah, itu merasa terbantu dengan adanya bus wisata gratis. Ia dan keluarganya yang terdiri atas empat orang itu tengah berlibur dan menginap di rumah salah satu kerabat di kawasan Bekasi.
 
“Dari Bekasi pakai kereta ke Kota Tua. Sama saudara, saya diajak keliling pakai bus gratis. Seru juga bisa melihat-lihat Kota Jakarta. Daripada menyewa mobil kan lumayan mahal,“ tuturnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aini dan keluarganya mulai naik bus wisata dari Museum Bank Indonesia yang berlokasi di kawasan Kota Tua ke Monumen Nasional (Monas). Selain tak perlu mengeluarkan biaya transpor, ia juga tak perlu pusing-pusing memikirkan biaya parkir.
 
Sementara itu, Ridho, 27, pekerja swasta di Jakarta, memilih menikmati wisata malam Ibu Kota untuk melepas kepenatan dari rutinitas pekerjaan. Ia juga memilih naik bus wisata.
 
“Saya pengin coba menikmati Jakarta dari sudut pandang lain. Biasanya kalau pulang kerja kan berdesak-desakan naik Trans-Jakarta, sementara naik bus wisata gini enak banget. Bisa santai keliling Jakarta,“ ujarnya.
 
Selain dengan bus wisata, ada juga beberapa tempat wisata menarik yang bisa dijangkau dengan bus TransJakarta. Cika, 18, mahasiswi di salah satu universitas swasta di Jakarta, mengaku penasaran dengan kawasan kuliner di sekitar Blok M. Ia dan dua rekannya berangkat dari tempat indekos di kawasan Bendungan Hilir ke Blok M dengan menggunakan bus Trans-Jakarta.
 
“Katanya di sekitaran Blok M banyak makanan, mulai kaki lima sampai restoran-restoran Jepang. Saya mau cari suasana yang berbeda.“
 
Bus Trans-Jakarta menjadi pilihan Cika karena tarif yang murah dan akses yang mudah dijangkau. Begitu sampai di kawasan Blok M, ia hanya perlu berjalan sekitar 100 meter untuk mencapai lokasi kuliner yang ia tuju.
“Saya memang enggak punya kendaraan. Sehari-hari ke kampus jalan kaki. Jadi ke mana-mana pakai kendaraan umum. Saya lebih senang ke tempat yang terjangkau transportasi umum,“ ujar mahasiswi asal Bandung itu.
 
Salah satu pedagang makanan di kawasan Blok M Square, Rico Zein, mengakui kehadiran area transportasi publik di sekitar area usahanya turut memengaruhi jumlah pengunjung yang datang. “Ada untungnya buka di dekat terminal. Banyak juga pengunjung yang datang ke sini itu dari orang-orang yang transit sambil cari makan. Jadi yang datang enggak melulu orang-orang bermobil,“ jelasnya.
 
Magnet kaki lima Kuliner kaki lima menjadi salah satu magnet untuk menikmati wisata malam di Ibu Kota. Santap malam sambil menikmati suasana malam Ibu Kota baik di tempat wisata maupun di pusat-pusat kuliner memiliki rasa tersendiri.
 
Murah Meriah Wisata Malam Jakarta
BUS WISATA MALAM. Pengunjung turun dari bus wisata City Tour Jakarta di kawasan Kota Tua, Jakarta, Sabtu (30/7). Bus dengan rute Balaikota – Kota Tua tersebut beroperasi setiap malam minggu dan malam libur umum dari pukul 17.00 sampai dengan pukul 23.00 WIB. Bus wisata malam tersebut sediakan bagi masyarakat Jakarta yang ingin jalan-jalan malam minggu ke Kota Tua dan tempat-tempat makan. MI/ARYA MANGGALA
 
Ari, 35, warga Kabupaten Tangerang yang bekerja sebagai guru sekolah menengah, kebetulan sedang mengikuti seminar di Jakarta Selatan. Namun, karena penasaran dengan Sabang, ia pun menyempatkan mampir untuk menikmati kuliner kaki lima.
 
“Saya tanya sama teman yang warga sini, kalau di Jakarta apa sih yang bagus selain Monas? Dia bilang coba kulineran malam-malam di sekitar Monas dan Sabang. Akhirnya saya ke sini deh,“ ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
 
Pada kesempatan itu, Ari mencicipi bakmi dan soto daging. Ia senang karena dengan harga yang murah, sajian yang dipesannya cukup enak dan tak kalah dengan menu di restoran mahal.
 
Menurut Ari, kuliner malam yang disajikan pedagang kaki lima justru menimbulkan kesan tersendiri bagi pembeli, terutama yang berasal dari daerah seperti dirinya.
 
“Kaki lima di sini beda. Lebih bersih dan teratur. Pelayanannya juga baik. Suasana ramai Jakartanya juga berkesan banget. Saya senang kumpul sama teman-teman di sini. Lebih santai daripada di restoran kan kaku,“ ujarnya.
 
Tak hanya Ari yang kesengsem dengan suasana dan kuliner kaki lima. Rajiv, 41, 4 ekspatriat asal India, juga senang berkeliling Jakarta setiap malam untuk mencari makan malam atau sekadar kudapan. Suasana Jakarta yang ramai serta lalu lintas yang tak pernah mati membuatnya bisa melepaskan rindu pada kampung halaman.
 
Kuliner yang hanya muncul di malam hari di Jakarta dinilai Rajiv sangat menarik. Segi penyajian dan pelayanan serta jenis makanan dianggap lebih berkelas daripada yang dijual di siang hari. “Saya pikir mereka bisa lebih diatur dan lebih bersih. Kesadaran mereka lebih baik ketimbang pedagang di siang hari yang suka seenaknya,“ kata Rajiv.
 
(FIT)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif