Bandara AA Bere Tallo di Atambua--Medcom.idSunnaholomi Halakrispen.
Bandara AA Bere Tallo di Atambua--Medcom.idSunnaholomi Halakrispen.

Siapkan Diri Berwisata di Atambua

Rona wisata
Sunnaholomi Halakrispen • 10 Oktober 2019 13:33
Atambua: Salah satu wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini memiliki beragam keindahan menarik untuk dikunjungi. Selain memanjakan mata, juga menyenangkan hati. Tapi, sama ketika bertamu ke rumah orang, Anda harus paham bagaimana menjadi tamu di Atambua.
 
Apalagi, jika Anda lama tinggal di area metropolitan seperti Jakarta. Gaya hidup dan budaya Jakarta tidak layak diterapkan seutuhnya ketika tengah berada di Atambua. Sopan santun dan sikap ramah harus ditanamkan sejak melangkahkan kaki di kota bersih ini.
 
Menyelusuri Atambua, kota yang tak jauh dari perbatasan Indonesia dengan Timor Leste ini harus ada persiapan. Mulai dari persiapan fisik dan bagaimana cara bersikap. Fisik harus kuat, karena menempuh perjalanan jauh.
 
Perjalanan dari Kupang ke Atambua melalui jalur darat menghabiskan waktu 7-9 jam. Sedangkan jalur udara, hanya membutuhkan durasi sekitar 45 menit. Bagi Anda yang mabuk darat, pilihan terbaik ialah menggunakan pesawat.
 
Kendaraan

 
Bandara El Tari Kupang merupakan bandara yang menghubungkan berbagai tempat di NTT untuk destinasi wisata. Perjalanan ke Bandara AA Bere Tallo di Atambua biasanya menggunakan pesawat baling-baling atau pesawat yang ukurannya lebih kecil dibandingkan pesawat biasa.
 
Hanya ada dua hingga tiga kali keberangkatan, yakni pukul 08.30 WITA, 11.20 WITA, dan 13.20 WITA. Kepulangan dengan pesawat pun maksimal tiga kali jam penerbangan, yaitu pukul 09.40 WITA, 12.30 WITA, dan 14.25 WITA.
 
Harga tiketnya untuk penerbangan di bulan Oktober-Desember 2019 beragam dengan maskapai Wings Air. Mulai dari harga Rp1-2 juta untuk pulang-pergi (PP).
 
Siapkan Diri Berwisata di Atambua
Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
 
Kemudian, dari bandara Atambua menuju lokasi destinasi wisata Anda bisa menggunakan kendaraan mobil dari travel agent setempat, kendaraan umum, atau meyewa mobil. Apabila ingin menghemat biaya pengeluaran dan ingin bepergian ke banyak tempat hingga larut malam, gunakanlah mobil sewaan.
 
Pencarian penyewaan mobil bisa dicari melalui internet atau menanyakannya kepada orang sekitar. Warga lokal Atambua ramah-ramah, tak segan diberikan informasi apapun yang dibutuhkan para pendatang.
 
Ada baiknya Anda menggunakan jasa pemandu jalan. Sebab, sejumlah tempat belum terdeteksi oleh Google Map.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika ingin mampir ke perbatasan Indonesia dengan Timor Leste, persiapkan banyak makanan dan minuman. Sebab keduanya bisa menjadi teman terbaik Anda selama di perjalanan.
 
Destinasi Pariwisata
 
Pesona budaya dan warisan adat yang terjaga. Keramahan yang hangat menetap di setiap sudutnya. Beragam destinasi tak hanya memanjakan mata, tapi juga kenyamanan jiwa. Begitulah Atambua.
 
Pilihan destinasi tersebar. Lantaran mayoritas penduduk Atambua menganut agama Kristen Katolik dan Kristen Protestan, destinasi religius bisa menjadi pilihan. Otentiknya bangunan gereja, sejarahnya, hingga budaya di baliknya.
 
Ada Gua Maria Lourdes, Gereja tua Nualain, Gua Maria Toro, dan lain-lain. Tak lupa. Gereja Santa Maria Fatima Betun sebagai Gereja Katolik Pertama di Kabupaten Malaka.
Siapkan Diri Berwisata di Atambua
Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
 
Destinasi alamnya pun berlimpah. Ada Lembah Fulan Fehan, Kolam Susuk, Pantai Oefuik, Pantai Pasir Putih Atapupu, Pantai Mota'ain, Pantai Motadikin, dan Pos Perbatasan Timor Leste.
 
Anda juga bisa menyusuri destinasi budaya, yaitu Kampung Adat Kewar, tempat pembuatan kain tenun khas daerah setempat, Taman Kota Atambua. Juga ada tempat upacara, makam, benteng, gua alam, dan penampilan tari tradisional.
 
Kalau soal wisata belanja, aneka kerajinan tangan etnik menjadi unggulan Atambua. Tak hanya menarik perhatian wisatawan dalam negeri, tetapi juga memikat minat wisatawan asing atau mancanegara. Khususnya pengunjung yang berasal dari negara tetangga, seperti Timor Leste. 
 
Akan tetapi, jalur menuju lokasi pariwisata sekitar Malaka memang belum mulus, mungkin tidak sesuai dengan harapan. Sebab, masih banyak kendala yang berkaitan dengan banyak sektor. Bupati Malaka, Dr. Stefanus Bria Seran, M.PH pun mengakuinya.
 
“Banyak sektor, salah satunya transportasi. Jalan raya saja seperti itu, bagaimana kita mau berkembang. Pesawat saja tidak jelas (jam terbang sangat terbatas). Kita harus menyiapkan infrastrukturnya, transportasi. Ini berpengaruh dari banyak sektor, termasuk juga keamanan dan daya tarik,” papar Stefanus kepada Medcom.id.
 
Hingga kini, pemerintah setempat masih berupaya memperbaiki infrastruktur untuk memudahkan arus transportasi. Harapannya, agar minat wisatawan bisa meningkat.
 
Penginapan
 
Soal penginapan, ada banyak pilihan. Mulai dari homestay hingga hotel sekelas bintang tiga, tersedia. Harga per kamarnya mulai dari Rp200 ribu-an hingga Rp600 ribu-an per malam.
 
Jangan khawatir soal fasilitas, karena persinggahan Anda akan terasa nyaman di penginapan, baik di Kabupaten Belu maupun Kabupaten Malaka. Tersedia kasur, lemari, kamar mandi, dan air bersih tentunya. Ada juga yang menyediakan televisi, listrik yang mumpuni, dan wifi.
 
Bahkan, tidak sedikit penginapan yang menyediakan pendingin udara seperti kipas dan atau Air Conditioner (AC). Tidak akan kepanasan ketika menginap untuk beristirahat dari lelahnya mengelilingi destinasi wisata.
 
Jangan merasa terasingkan, karena penduduk Atambua di sekitar penginapan akan menyambut kehadiran Anda dengan senang hati. Apabila memesan kamar penginapan yang termasuk sarapan, Anda bisa meminta penjaga penginapan tersebut menyediakan pilihan menu yang tersedia.
 
Tapi, jika Anda memesan kamar penginapan yang tidak termasuk sarapan, jangan ragu memanggil penjaga penginapan dan meminta bantuan. Sikap sopan Anda sangat dihargai, mereka dengan senang hati bersedia membuatkan menu sarapan Anda.
 
Ada banyak makanan di area kota. Tapi ketika menyusuri kabupaten seperti Belu atau Malaka, sayang sekali jika Anda tidak mencicipi daging se'i sapi atau se'i babi khas Atambua. Meskipun teknik memasaknya tidak modern, tetapi kebersihan dan kenikmatan rasanya tak perlu diragukan.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif