Dalam beberapa restoran khususnya restoran yang menyediakan makanan barat atau restoran menengah ke atas kerap menuliskan kentang goreng sebagai "french fries" dalam daftar menunya.
Mungkin yang jadi pertanyaan mengapa bukan ditulis fried potatoes? Alhasil sebagian besar orang menganggap kentang goreng pertama kali ditemukan di Perancis karena terdapat kata french-nya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
(Baca juga: Tips Memasak Kentang Goreng yang Renyah)
Namun benarkah itu? Sebenarnya kentang goreng memiliki sebutan yang berbeda di beberapa negara. Misalnya di Britania Raya kentang goreng disebutnya chips. Sedangkan di Amerika Utara istilah chips berarti keripik kentang atau potato chips.

Namun di benua Australia dan juga Afrika Selatan, baik kentang goreng dan keripik kentang disebutnya sama-sama chips. Untuk french fries, berarti kentang goreng ala Perancis. Jika dalam bahasa Inggris, fries berarti menggoreng.
Dalam bahasa Perancis, fries berarti menggoreng di dalam minyak goreng yang banyak sampai terendam. Kata kerja to french digunakan untuk memotong sesuatu yang panjang-panjang seperti batang korek api.
Melansir dari All About Potatoes, orang Amerika biasanya memberi nama french fries untuk potongan kentang yang panjang dan sudah digoreng. Namun jika di Britania Raya, kata fries (goreng) biasanya dialamatkan kepada kentang yang dipotong tipis yang lebih mengarah kepada chips. Perbedaannya chips lebih sedikit tebal dari kentang goreng yang biasanya.
Asal kentangKembali kepada topik awal mengenai mengapa kentang goreng disebut french fries, bangsa Spanyol bisa dibilang menjadi akar permulaannya.
Awalnya bangsa Spanyol membawa kentang ke Eropa setelah menjelajah benua Amerika Selatan. Orang Spanyol pada waktu itu yakin jika kentang dapat tumbuh subur di Eropa, dan ternyata anggapan itu benar.
Kemudian kentang menjadi populer hingga membawanya ke Belgia yang pada waktu itu dikenal sebagai Spanyol Belanda saat itu. Dari sini setidaknya ada gambaran bahwa kentang goreng mulai terkenal di Belgia setelah orang Spanyol membawanya ke sana.
Mulai populernya kentang goreng di Belgia lantaran penduduk lokalnya seperti di Meuse dan Andenne tidak bisa memancing ikan pada saat musim dingin, lantaran air sungainya membeku. Karena biasanya penduduk lokal tersebut menggoreng ikan sebagai makanan utamanya.
Agar bisa bertahan hidup, penduduk lokal tersebut harus menggantinya dengan kentang yang dipotong terbagi beberapa bagian dengan bentuk yang panjang seperti ikan.
Kemudian kentang tersebut digoreng sesuai kebiasaan mereka sehari-hari. Sejarawan Belgia Jo Gerard membenarkan hal ini dan ia mengklaim jika resep pertama kentang goreng sudah ada di Belgia sejak tahun 1680.

(Max en Fritz di kota Antwerp. Dok. Suemy07.wordpress)
Mencicipi kentang goreng pertama kali
Lantas mengapa bisa menjadi French Fries? Pada 1862, tentara Inggris datang ke Belgia saat perang dunia pertama mencicipi kentang goreng di sebuah gerai bernama Max en Fritz di Kota Antwerp.
Gerai itu merupakan pemilik dari seorang pengusahan Belgia bernama Fritz. Setelah mencicipinya, tentara Inggris tersebut memberi nama "french" lantaran pada saat itu tentara Belgia menggunakan bahasa Perancis sebagai bahasa resminya.
Seiring berjalannya waktu, french fries semakin banyak disukai dan mulai tersebar ke seluruh Eropa seperti Perancis. Pada saat itu, Thomas Jefferson saat menjabat sebagai Duta Besar Amerika untuk Perancis sangat jatuh hati dengan french fries yang dimasak dengan gaya Perancis.
Sepulang dari Perancis hingga menjadi Presiden Amerika ketiga, Thomas sangat senang menyediakan fench fries kepada para tamu-tamunya.
Mulai dari sini, istilah french fries mulai tersebar di Amerika. Restoran-restoran di Amerika mulai menyediakan french fries bagi para pelanggan setianya. Hingga suatu hari ada seorang koki di sebuah restoran sedang menggoreng french fries untuk pelanggannya. Namun pelanggan tersebut tidak menyukainya karena kentangnya terlalu tebal.
Setelah berkali-kali memperbaikinya, pelanggan tersebut tetap komplain. Akhirnya koki tersebut membuat potongan yang tipis sekali karena kesal, dan ternyata pelanggan tersebut malah menyukainya.
Dari sinilah french fries dengan bentuk tipis dan panjang mulai mendunia hingga ke Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
