Candi Brahu. MTVN/Nurul Hidayat
Candi Brahu. MTVN/Nurul Hidayat

​Menelusuri Brahu, Candi Peninggalan Majapahit Tertua di Trowulan

Rona wisata
Nurul Hidayat • 09 Maret 2015 13:54
medcom.id, Mojokerto: Kemegahan Kerajaan Majapahit seolah tak ada habisnya untuk ditelusuri. Berbagai candi dan benda pusaka hingga saat ini masih sering ditemukan dan terus diteliti untuk dimaknai asal-usulnya. 
 
Benda-benda tersebut tersebar di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto yang dahulu menjadi ibu kota Majapahit. Salah satu candi peninggalan kerajaan yang didirikan oleh Raden Wijaya itu adalah Candi Brahu yang terdapat di situs arkeologi Trowulan, tepatnya di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
 
Bangunan candi ini terbuat dari batu bata merah, menghadap ke arah barat, dan panjangnya sekitar 22,5 m, dengan lebar 18 m, dan berketinggian 20 meter. Selain sebagai situs cagar budaya, candi ini juga merupakan salah satu tujuan wisata. Para wisatawan yang datang ke Mojokerto tak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi candi tua itu. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain bisa dijadikan tempat belajar, candi ini juga bisa dijadikan tempat untuk refreshing karena kondisi alam di sekitar candi yang sejuk. Ada pula tempat duduk untuk sekadar ngobrol atau diskusi," ujar Nikmatul, salah satu pengunjung. 
 
Lebih lanjut, Nikmatul yang juga siswa sekolah di Mojokerto itu berharap agar semua pihak bertanggung jawab terhadap kondisi peninggalan sejarah terutama di Kecamatan Trowulan.
 
"Karena banyak sekali peninggalan purbakala yang sudah dicuri dan dijual ke orang luar, mangkanya kita harus perduli terhadap benda-benda sejarah," pungkasnya.
 
Candi Brahu diduga sebagai candi tertua disitus candi yang ada di Trowulan. Hal ini berdasarkan ditemukannya lempeng Prasasti Alasanta tak jauh dari lokasi candi berada yang dikeluarkan Raja Mpu Sendok pada 861 Saka atau 939 (abad ke-10 M). 
 
Dalam lempeng Prasasti Alasanta disebutkan adanya sebuah bangunan suci yang bernama Warahu atau Waharu yang kemudian mengalami perubahan ucapan menjadi 'Brahu'. 
 
Atas penemuan tersebut, terbukti Candi Brahu adalah candi tertua di antara candi-candi yang lain di Trowulan.
 
Diduga di sekitar candi ini banyak terdapat candi-candi kecil. Sisa-sisanya yang sebagian sudah runtuh masih ada, seperti Candi Muteran, Candi Gedung, Candi Tengah, dan Candi Gentong. 
 
Saat penggalian dilakukan di sekitar candi banyak ditemukan benda benda kuna, semacam alat-alat upacara keagamaan dari logam, perhiasan dari emas, arca, dan lain-lainnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(PRI)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif