Jakarta - Persaingan produsen otomotif Tiongkok kian ketat di segmen SUV kompak. Salah satunya diperlihatkan juga oleh Great Wall Motor (GWM) dengan meluncurkan varian baru Ora 5 di ajang Beijing Auto Show 2026, yang dilaksanakan dari 24 April sampai 3 Mei di Beijing, China.
Dilansir dari CarNewsChina pada Selasa lalu, Ora 5 yang sebelumnya hanya tersedia dalam versi kini ada varian versi hybrid. Mobil varian baru dengan sistem penggerak hibrida dan mesin pembakaran turbo tersebut ditawarkan dengan harga 69.800 yuan sampai 89.800 yuan, sekitar Rp176 juta hingga Rp226 juta.
Harga varian yang baru diselaraskan dengan harga Ora 5 versi listrik murni, yang berkisar antara 89.800 yuan (sekira Rp226 juta) dan 123.800 yuan (sekitar Rp312 juta). Tidak ada perubahan besar dalam desain eksterior maupun interior antara varian. Tapi tampilan 'imut' Ora 5 tetap dipertahankan.
Ora 5 varian ICE dibekali mesin 1.5 liter turbo empat silinder dengan teknologi variable geometry turbo (VGT). Mesin yang dapat menghasilkan tenaga 135 kW (181 hp) ini dipasangkan dengan transmisi dual-clutch (DCT) 7-percepatan.
Baca Juga:
Pajero Sport Dakar 2017 Dilelang Mulai Rp100 Jutaan, Begini Wujudnya
Kendaraan ini diklaim memiliki kecepatan maksimum 190 km per jam, bisa melakukan akselerasi dari 0 ke 100 km per jam dalam waktu 8,9 detik, dan konsumsi bahan bakarnya 6,4 liter per 100 km berdasarkan standar WLTC.
Ora 5 varian hibrida menggunakan mesin 1.5 liter turbo dengan keluaran tenaga lebih rendah, 115 kW (154 hp), dan motor listrik depan bertenaga 140 kW (188 hp). Kombinasi tersebut dapat menghasilkan tenaga gabungan 166 kW (223 hp), yang disalurkan ke roda depan melalui transmisi hybrid khusus dua percepatan.
Kendaraan varian ini mampu melakukan akselerasi dari 0 ke 100 km per jam dalam waktu 7,7 detik dan mencapai kecepatan puncak 185 km per jam. Konsumsi bahan bakarnya 4,5 liter per 100 km (WLTC). Ora 5 HEV merupakan kendaraan hibrida tanpa plug-in, jadi tidak dilengkapi dengan port pengisian daya eksternal.
Kendaraan ini menggunakan baterai lithium ternary NMC dari Svolt. Kapasitas baterainya belum diumumkan, tapi diperkirakan berada dalam kisaran kecil seperti model HEV pada umumnya.
Baca Juga:
Rekomendasi Sepeda Listrik yang Cocok untuk Bapak-bapak
Ora 5 menjadi model pertama kendaraan GWM yang dibekali sistem bantuan berkendara Coffee Pilot 3 OS dengan kemampuan Level 2, yang mencakup fitur Navigate on Autopilot (NOA). GWM menyebut model ini sebagai kendaraan termurah di pasar China yang dilengkapi dengan sensor LiDAR, meski fitur itu tersedia sebagai opsi tambahan.
Ora 5 berukuran panjang 4.471 mm, lebar 1.833 mm, tinggi 1.641 mm, serta jarak sumbu roda 2.720 mm. Mobil yang dengan bobor berkisar 1.440 hingga 1.665 kg sesuai varian ini menggunakan suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link.
Jakarta - Persaingan produsen otomotif Tiongkok kian ketat di segmen SUV kompak. Salah satunya diperlihatkan juga oleh Great Wall Motor (GWM) dengan meluncurkan varian baru Ora 5 di ajang Beijing Auto Show 2026, yang dilaksanakan dari 24 April sampai 3 Mei di Beijing, China.
Dilansir dari CarNewsChina pada Selasa lalu, Ora 5 yang sebelumnya hanya tersedia dalam versi kini ada varian versi hybrid. Mobil varian baru dengan sistem penggerak hibrida dan mesin pembakaran turbo tersebut ditawarkan dengan harga 69.800 yuan sampai 89.800 yuan, sekitar Rp176 juta hingga Rp226 juta.
Harga varian yang baru diselaraskan dengan harga Ora 5 versi listrik murni, yang berkisar antara 89.800 yuan (sekira Rp226 juta) dan 123.800 yuan (sekitar Rp312 juta). Tidak ada perubahan besar dalam desain eksterior maupun interior antara varian. Tapi tampilan 'imut' Ora 5 tetap dipertahankan.
Ora 5 varian ICE dibekali mesin 1.5 liter turbo empat silinder dengan teknologi variable geometry turbo (VGT). Mesin yang dapat menghasilkan tenaga 135 kW (181 hp) ini dipasangkan dengan transmisi dual-clutch (DCT) 7-percepatan.
Kendaraan ini diklaim memiliki kecepatan maksimum 190 km per jam, bisa melakukan akselerasi dari 0 ke 100 km per jam dalam waktu 8,9 detik, dan konsumsi bahan bakarnya 6,4 liter per 100 km berdasarkan standar WLTC.
Ora 5 varian hibrida menggunakan mesin 1.5 liter turbo dengan keluaran tenaga lebih rendah, 115 kW (154 hp), dan motor listrik depan bertenaga 140 kW (188 hp). Kombinasi tersebut dapat menghasilkan tenaga gabungan 166 kW (223 hp), yang disalurkan ke roda depan melalui transmisi hybrid khusus dua percepatan.
Kendaraan varian ini mampu melakukan akselerasi dari 0 ke 100 km per jam dalam waktu 7,7 detik dan mencapai kecepatan puncak 185 km per jam. Konsumsi bahan bakarnya 4,5 liter per 100 km (WLTC). Ora 5 HEV merupakan kendaraan hibrida tanpa plug-in, jadi tidak dilengkapi dengan port pengisian daya eksternal.
Kendaraan ini menggunakan baterai lithium ternary NMC dari Svolt. Kapasitas baterainya belum diumumkan, tapi diperkirakan berada dalam kisaran kecil seperti model HEV pada umumnya.
Ora 5 menjadi model pertama kendaraan GWM yang dibekali sistem bantuan berkendara Coffee Pilot 3 OS dengan kemampuan Level 2, yang mencakup fitur Navigate on Autopilot (NOA). GWM menyebut model ini sebagai kendaraan termurah di pasar China yang dilengkapi dengan sensor LiDAR, meski fitur itu tersedia sebagai opsi tambahan.
Ora 5 berukuran panjang 4.471 mm, lebar 1.833 mm, tinggi 1.641 mm, serta jarak sumbu roda 2.720 mm. Mobil yang dengan bobor berkisar 1.440 hingga 1.665 kg sesuai varian ini menggunakan suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)