NEWSTICKER
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI tengah menyiapkan usulan insentif pariwisata. (Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI tengah menyiapkan usulan insentif pariwisata. (Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)

Kemenparekraf Siapkan Usulan Insentif Pariwisata

Rona Kemenparekraf
Sunnaholomi Halakrispen • 13 Februari 2020 09:00

Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI tengah menyiapkan usulan insentif pariwisata. Tujuannya, untuk meningkatkan jumlah wisatawan datang ke Indonesia.
 
"Saat ini Kemenparekraf sedang menyiapkan usulan insentif untuk industri pariwisata yang kami harapkan bisa kami bagikan dalam waktu dekat," ujar Angela Tanoesoedibjo di Gedung Kemenparekraf RI, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020.
 
Ia menyatakan bahwa hal tersebut sesuai dengan arahan Menparekraf Wishnutama Kusubandio. Kegiatan Caendar of Event (COE) 2020 pun tetap akan dijalankan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Khususnya yang berskala internasional yang bisa mengundang wisatawan asing yang aman dan dapat dikunjungi," paparnya.
 
"Lalu kami pastikan dorong terus perjalanan domestik, di 2018 domestik traveler jumlahnya 303 juta perjalanan dan saya kira ini bisa terus dorong," tambahnya.
 
Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Maritim dan Investasi Odo R.M. Manuhutu mengungkapkan bahwa rencana penerapan insentif pariwisata masih digodok. Sebab, masih ada rapat koordinasi dengan kementerian terkait.
 
"Sementara saat ini Menparekraf dengan Menhub (Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi) dan Menkeu (Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati) sedang bahas mengenai insentifnya seperti hasil rapat kemarin," paparnya.
 
Maka demikian, terkait insentifnya dalam bentuk airlines atau bentuk lain belum diketahui.
 
"Arahan sih nanti di hari Rabu setelah rakor sudah ada keputusannya," ucapnya.
 
Sebelumnya, Menteri Sri Mulyani mengungkapkan perumusan insentif untuk pelaku industri pariwisata, bisa berupa hotel ataupun maskapai penerbangan. Ini dilakukan guna menangkal dampak negatif meluasnya virus korona terhadap perekonomian domestik.
 
"Beberapa hal seperti subsidi ke penerbangan terutama pariwisata domestik dalam rangka meningkatkan belanja dari masyarakat untuk menopang sektor pariwisata," tutur Sri Mulyani usai sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Sri Mulyani mengatakan insentif itu masih dikaji oleh pihaknya, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Insentif itu sebagai permintaan dari Presiden Joko Widodo.
 
Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan terdapat tiga destinasi pariwisata di Indonesia yang sangat terdampak dari wabah virus korona. Tiga destinasi itu adalah Bali, Bintan, dan Sulawesi Utara.
 
Ketiga destinasi itu terdampak karena pemerintah menutup penerbangan dari dan ke daratan Tiongkok sejak 5 Februari 2020.
 
Padahal setiap tahunnya, sebanyak dua juta turis Tiongkok mengunjungi Indonesia. Budi Karya mengharapkan insentif tersebut dapat berdampak langsung ke harga tiket di hotel dan maskapai, seperti voucher atau diskon tiket pesawat.


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif