Museum Jenang Kudus. (Foto: Antara/YUSUF NUGROHO)
Museum Jenang Kudus. (Foto: Antara/YUSUF NUGROHO)

Berwisata Sambil Menambah Ilmu Pengetahuan di Museum Jenang Kudus

Rona wisata
K. Yudha Wirakusuma • 28 Desember 2019 07:03
Kudus: Bagi Anda warga Kudus, Jawa Tengah atau tengah menikmati liburan di Kudus, tak ada salahnya meluangkan waktu berkunjung ke Museum Jenang Kudus.  Museum ini menampilkan berbagai miniatur objek wisata di Kota Kretek ini kembali menambah koleksi baru berupa trilogi ukhuwah.
 
Ada berbagai macam koleksi di Museum ini. Diharapkan Anda dapat berwisata sambil menambah ilmu pengetahuan.
 
"Koleksi yang ada sekarang makin banyak karena sebelumnya sudah ada miniatur Menara Kudus, diorama Pasar Bubar, rumah adat kudus, dan yang belum lama diperkenalkan galeri Alquran, miniatur rumah kembar, rumah kapal, koleksi media promosi Nitisemito serta beberapa koleksi lainnya," kata Manajer Marketing Mubarok Food Muhammad Kirom seperti dilansir Antara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengungkapkan komitmen Mubarok Food memberikan ruang edukasi kepada masyarakat karena semua koleksi yang ada memiliki nuansa edukatif. Mulai dari tokoh organisasi Islam hingga pengusaha sukses di era tahun 1938 juga tersaji di museum jenang.
 
"Kami ingin menginformasikan seluas-luasnya tentang benda-benda maupun bangunan bersejarah yang di Kudus maupun di Tanah Air yang dimungkinkan banyak orang yang belum mengetahuinya, termasuk sejarah keberadaannya," ujarnya.
Berwisata Sambil Menambah Ilmu Pengetahuan di Museum Jenang Kudus
Museum Jenang Kudus. (Foto: Antara/YUSUF NUGROHO)
 
Ruang Trilogi Ukhuwah, lanjut dia, memuat tentang ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan dengan slogan pondasi pembangunan negeri menguatkan NKRI dan jadi perekat umat. Di dalam gedung tersebut, menggambarkan kerekatan yang diwakili oleh ormas keagamaan terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
 
"Ruang ini menggambarkan persaudaraan dan ikatan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan," ujarnya.
 
Ruang trilogi ukhuwah juga berisi foto besar pendidi NU dan Muhammadiyah, foto-foto pengurus PBNU dan PP Muhammadiyah dari masa ke masa. Ruangan tersebut, lanjut dia, dibuka untuk umum sejak tanggal 25 Desember 2019.
 
Meskipun koleksi yang ada cukup menarik dan memberikan edukasi kadapa pengunjung, pengelola Museum Jenang Kudus tetap berupaya menampilkan setiap koleksinya menjadi lebih menarik.
 
Di antaranya, ruang kaligrafi dikembangkan lagi dengan menambah jumlah koleksi karya kaligrafi dari seniman bertaraf nasional dan internasional, perpustakaan dan ruang santai Sosrokartono, serta replika stasiun kereta api Wergu Kudus.
 
"Kami juga memiliki rencana pengembangan ruang auditorium atau ruang audio visual museum guna memudahkan masyarakat yang ingin mendapatkan penjelasan soal masing-masing koleksinya serta ruang praktik manasik haji," ujarnya.
 
Belum lama berselang, Mubarookfood meresmikan bangunan Gusjigang X-Building yang berada di dalam kompleks Museum Jenang. Koleksi baru yang tersedia, di antaranya kerajinan ukir, membuat rokok kretek, terbang papat, kerajinan batik tulis, proses pembuatan jenang, pakaian adat yang bisa digunakan untuk berswafoto serta beberapa koleksi menarik lainnya. Museum Jenang juga memiliki koleksi foto bupati dari masa ke masa, foto kuno Kota Kudus, dan diorama pasar bubar.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif