Foto: kiri-Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Daniel A. Mewengkang, dan kanan-Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Masruroh. (Foto: Dok. Kemenparekraf)
Foto: kiri-Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Daniel A. Mewengkang, dan kanan-Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Masruroh. (Foto: Dok. Kemenparekraf)

Likupang dan Sulawesi Utara Permata Baru Lima Destinasi Super Prioritas

Rona Kemenparekraf
Yatin Suleha • 30 November 2019 22:11
Manado: Bertempat di Amphitheater Woloan, Tomohon, Sulawesi Utara, Jumat 29 November 2019 jajaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengadakan diskusi panel beserta dengan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Daniel A. Mewengkang yang dihadiri oleh sejumlah media nasional.
 
Kegiatan ini merupakan salah satu rangakaian acara Sosialisasi Promosi pada Media Nasional yang mempromosikan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang diadakan selama empat hari, dari 27-30 November 2019. Destinasi super prioritas yang terbaru yaitu yang kelima adalah Likupang dan Sulawesi Utara. Presiden Jokowi menetapkan status Destinasi Super Prioritas untuk Likupang yaitu pada Juli 2019 lalu.
 
Di tahun 2016 lalu, ada 10 tempat wisata di Indonesia yang menjadi prioritas pemerintah dalam rangka memajukan pariwisata Indonesia. Pemerintah sengaja menyebut 10 tempat wisata sebagai “Bali baru” karena destinasi wisata tersebut mampu mendatangkan jutaan turis asing dalam setahun dan menyaingi popularitas Bali. Sebelum Likupang dan Sulewesi Utara, empat Destinasi Super Prioritas antara lain adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, serta Labuan Bajo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baik 10 destinasi Bali Baru maupun Lima Destinasi Super Prioritas memiliki tujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Presiden Joko Widodo sendiri menetapkan target wisatawan mancanegara pada tahun 2019 sebanyak 20 juta wisman. 
 
“Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bertugas mempromosikan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Untuk Likupang, kami optimis dalam mempromosikannya karena tidak hanya menjual Likupang tapi juga Sulawesi secara keseluruhan,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Masruroh di lokasi yang sama dengan berlatar belakang alam Gunung Lokon.
 
Dalam acara tersebut turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Daniel A. Mewengkang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa Utara Audy F. Sambul, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenparekraf Masruroh, Kepala Bidang Pemasaran Area IV Asisten Deputi Pemasaran II Regional II Yulia.
 
Selain itu hadir juga Kepala Bidang Komunikasi Media Digital Asisten Deputi Strategi Dan Komunikasi Pemasaran II Firnandi Gufron, Kepala Bidang Pemasaran Area IV Asisten Deputi Pemasaran II Regional I S. Utari Widyastuti, Kepala Bidang Pemasaran Area II Asisten Deputi Pemasaran II Regional IV Deni Priadi.
 
Likupang dan Sulawesi Utara Permata Baru Lima Destinasi Super Prioritas
(Pantai dan alam bawah laut yang ada di Likupang. Foto: Dok. Kemenparekraf)

Pasar Amerika peminat diving

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemasaran Area IV Asisten Deputi Pemasaran II Regional II Yulia menjelaskan untuk pasar Amerika, Sulawesi Utara, khususnya Likupang lebih menarik minat diver dibandingkan wisatawan biasa. 
 
“Kriteria pasar Amerika di antaranya menyukai alam dan budaya, untuk wisatawan pada umumnya mereka mengenal Bali, tapi ketika kita mempromosikan Indonesia kepada diver berbeda sekali. Para diver ini memiliki pengetahuan yang sangat bagus soal Indonesia, juga Sulawesi Utara, seperti Lembeh dan Bunaken," tukas Yulia.
 
"Saat kami mengikuti pameran The Diving Equipment and Marketing Association (DEMA) Show 2019, kebetulan banyak pula pelaku industri Sulawesi Utara yang ikut serta, jadi memudahkan kami menjelaskan dan memperkenalkan Likupang, Lembeh, dan Bunaken kepada para diver ini,” papar Yulia.
 
Menyadari Sulawesi Utara didominasi oleh kunjungan wisatawan asal China, Kemenparekraf juga melakukan promosi ke negara tersebut. 
 
“Terakhir kami mengikuti China International Travel Mart (CITM) 2019 di Kunming pada 15 November 2019. Sesuai arahan Presiden RI, kami harus mempromosikan Likupang. Untuk itu, kami bekerja sama dengan Jember Fashion Carnival membuat pameran dengan tematik Minahasa Utara,” ujar Kepala Bidang Pemasaran Area IV Asisten Deputi Pemasaran II Regional I S. Utari Widyastuti.
 
Utari melanjutkan setelah upaya promosi yang dilakukan Kemenparekraf, kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut wisatawan China sangat diperlukan. Bukan hanya terkait sarana dan prasarana, tapi juga bagaimana mengedukasi para wisatawan China ini untuk berwisata namun tidak merusak keindahan laut Sulawesi Utara. 
 
“Kami menyadari jumlah wisatawan China cukup besar, namun pengetahuan tentang snorkeling dan diving mereka terbatas. Untuk itu, saya mengharapkan Pemerintah Daerah melakukan inovasi, selain membuat zonasi snorkeling sebagai bentuk edukasi. Apalagi di China, mereka memiliki zona laut yang terbatas,” jelasnya.
 
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Daniel A. Mewengkang menjelaskan hingga November 2019, jumlah kunjungan wisatawan China ke Manado sudah mencapai 129 ribu. 
 
“Target kami pada 2019 mencapai 150 ribu, kami optimistis pada Desember setidaknya bisa 140 ribu wisatawan China yang datang berkunjung. Perhitungan kami tahun lalu dengan jumlah wisatawan China mencapai 127 ribu pada 2018 Sulawesi Utara mendapatkan pendapatan Rp1,5 miliar,” jelas Daniel.
 
Likupang dan Sulawesi Utara Permata Baru Lima Destinasi Super Prioritas
(Acara diskusi panel dalam rangkaian Sosialisasi Promosi pada Media Nasional yang mempromosikan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Foto: Dok. Kemenparekraf)

Pengembangan Likupang

Terkait perkembangan terbaru mengenai destinasi Super Prioritas Likupang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa Utara Audy F. Sambul menjelaskan saat ini sedang terus dilakukan beberapa rencana pembangunan terkait atraksi dan amenitas. Untuk atraksi, Audy menjelaskan zona KEK Pulisan seluas 197 hektare ini dikelilingi oleh berbagai destinasi wisata. 
 
Salah satu destinasi wisata yang sedang dikembangkan adalah Pantai Paal, Likupang Timur. Pada 2020, dengan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pantai Paal akan dikembangkan menjadi pusat rekreasi. 
 
Sesuai masterplan, destinasi tersebut akan ada area balap sapi hingga water park. Pemerintah Minahasa Utara juga sedang mempersiapkan auditorium yang mampu memuat 500 orang di Air Madidi. Auditorium ini merupakan infrastruktur pariwisata penunjang destinasi super prioritas Likupang yang akan digunakan sebagai tempat pertunjukan budaya.
 
Lalu untuk amenitas, saat ini di Likupang Barat sedang dibangun konstruksi pembangunan hotel milik Marriott Group. 
 
“Saat ini di Likupang Barat sedang dilakukan proses konstruksi untuk pembangunan hotel dengan konsep ecofriendly di bawah Marriott Group. Nilai investasinya mencapai Rp3 triliun. Pada 2023, Sulawesi Utara berharap dapat menjadi tuan rumah untuk event G20. Untuk itu, hotel ini kami persiapkan sebagai salah satu amenitas menyambut para tamu. Harapan kami, kawasan ini bisa seperti Nusa Dua, Bali,” ujar Audy. 
 
Likupang dan Sulawesi Utara Permata Baru Lima Destinasi Super Prioritas
(Salah satu keindahan Likupang, Sulawesi Utara. Likupang sedang disiapkan untuk menjadi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Pariwisata. Foto: Dok. Kemenparekraf)

Seluk beluk 10 Bali Baru dan 5 lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas

1. Penetapan 10 destinasi prioritas ini merupakan amanat Presiden, melalui surat Sekretariat Kabinet Nomor B 652/Seskab/Maritim/2015 tanggal 6 November 2015 perihal Arahan Presiden Republik Indonesia mengenai Pariwisata dan Arahan Presiden pada Sidang Kabinet Awal Tahun pada tanggal 4 Januari 2016. 
 
2. Penggunaan istilah 10 Bali Baru itu adalah untuk lebih memberi tekanan agar performa masing-masing destinasi wisata itu seperti layaknya Bali, yang setahun mampu mendatangkan empat juta wisatawan mancanegara dan dari tahun ke tahun. Dan tentu saja, program ini untuk mengembangkan 10 destinasi wisata prioritas untuk mendongkrak pemerataan pariwisata Indonesia.
 
3. Rizal Ramli saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian pada 2015 silam menyebutkan bahwa ada 222 lokasi (destinasi wisata) yang ingin dikembangkan. Tetapi difokuskan menjadi 10 lokasi wisata yang paling potensial untuk tingkatkan jumlah wisatawan. 
 
4. Sepuluh destinasi pariwisata yang menjadi prioritas pemerintah antara lain Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara). Kesepuluh destinasi Bali Baru memiliki karakteristik alam serta budayanya sendiri.
 
5. Lima Destinasi Super Prioritas merupakan pengerucutan dari 10 Destinasi Prioritas atau juga disebut dengan julukan 10 Bali Baru. Nama Likupang mencuat menjadi Destinasi Super Prioritas kelima setelah Presiden Joko Widodo menetapkan status Destinasi Super Prioritas pada Juli 2019 lalu.
 
6. Tujuan 10 destinasi prioritas dan lima super prioritas menurut Menteri Pariwisata sebelumnya Arief Yahya yaitu untuk menjadi andalan sektor utama ekonomi nasional ke depannya. 
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif