(Foto:Nydailynews)
(Foto:Nydailynews)

Kenali Kelainan Seks Fetisisme

Rona seks
Agustinus Shindu Alpito • 14 November 2014 11:51
medcom.id, Jakarta: Memiliki fantasi untuk meningkatkan gairah seksual sah-sah saja. Namun, Anda mesti curiga apakah kebiasaan berfantasi tersebut termasuk kategori kelainan seks fetisisme?
 
Fetisisme atau dalam bahasa Inggris "Fetishsm" adalah istilah yang digunakan bagi mereka yang terangsang dengan membayangkan objek tertentu secara spesifik. Misal, mata, bibir, kaki, kacamata, atau bahkan kawat gigi.
 
Setiap orang memiliki kemungkinan menjadi fetisisme, atau bahkan tidak menyadari bahwa dirinya adalah masuk dalam kategori fetisisme.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti dipaparkan Askmen.com, istilah fetish berasal dari kata "feitico," yaitu bahasa Portugis yang berarti jimat atau benda-benda yang menarik.
 
Saat orang Portugis menjelajahi Afrika Barat, mereka menemukan aliran kepercayaan lokal yang memuja berbagai benda-benda mati. Perlahan kata fetish diserap dan mengalami pergeseran makna, yang kemudian digunakan untuk menyebut mereka yang memiliki ketertarikan seksual berbeda dan spesifik.
 
Menurut American Psychiatric Association (APA), fetisisme merupakan bentuk gangguan jiwa.
 
Secara garis besar, fetisisme terbagi menjadi tiga kategori:
 
1. Fetisisme media
Terangsang terhadap benda-benda yang memiliki bahan tertentu. Contoh, karet, kain sutra, kulit, atau lateks.
 
2. Fetisisme terhadap bentuk
Terangsang terhadap benda yang dikenakan pada manusia, seperti sepatu hak tinggi, boots, lingerie, seragam, atau stocking.
 
3. Fetisisme terhadap bagian dari tubuh
Terangsang terhadap bagian dari tubuh seseorang. Misal, kaki, bokong, payudara, rambut, atau bagian-bagian tertentu dari tubuh.
 
Telah banyak penelitan yang mempublikasikan tentang fetish. Pada beberapa jenis dan tingkat tertentu, fetish mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan mengganggu orang lain. Untuk itu, perlu dikonsultasikan dengan psikolog atau pakar seks jika fetish sudah melanggar batas norma masyarakat.
 
Pengobatan untuk menangani fetisisme, yaitu psikoanalisis dan psikoterapi, hipnosis, terapi perilaku, terapi kognitif, serta terapi obat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(ROS)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif