(Foto: Getsagecare.com)
(Foto: Getsagecare.com)

Mengenal Penyakit Parkinson dan Gejalanya

Rona kesehatan
Sri Yanti Nainggolan • 27 April 2016 09:52
medcom.id, Jakarta: Parkinson menduduki peringkat kedua setelah Alzheimer, dengan jumlah penderita 710 juta jiwa di seluruh dunia.
 
Sebenarnya, apa itu parkinson?
 
Parkinson merupakan penyakit degeneratif yang menyerang sel saraf di bagian otak, bernama basal ganglia. Sel saraf ini berfungsi mengontrol otak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akibatnya, tubuh penderita parkinson menjadi kekurangan dopamin, neurotransmitter yang berfungsi memberi sinyal ke sel untuk mengontrol gerakan tubuh. Itu sebabnya, tubuh penderita parkinson seringkali bergerak dan bergetar tak terkendali (tremor).
 
Pada tingkat lanjut, tremor menjalar ke seluruh bagian tubuh. Gejala parkinson ditandai gerakan tubuh lamban, kaku pada tubuh, keseimbangan berkurang sehingga mudah jatuh, serta berjalan cepat namun langkah kaki kecil.
 
Parkinson juga mengganggu gerakan non-motorik penderitanya. Menimbulkan perasaan depresi, cemas, dan gampang marah. Gangguan kepribadian pun tak jarang dialami penderita.
 
Parkinson juga memengaruhi pola tidur penderita. Biasanya, penderita akan sulit tidur pada malam hari, namun terlelap pada siang hari. Begitu pun saat mereka berganti posisi tidur, biasanya akan terasa pusing.
 
Penyakit ini umumnya menyerang orang berusia 60 ke atas. Namun, kini parkinson mulai menyerang orang berusia di bawah 60 tahun. Tercatat, 4 persen penderita berusia 50-an.
 
Faktor gender juga turut memengaruhi. Dr Frandy Susatia, SpS, spesialis saraf Parkinson's and Movement Disorder Center menjelaskan, ada asumsi di mana laki-laki memiliki risiko lebih besar dari perempuan.
 
"Laki-laki punya risiko terkena parkinson 1,5 kali lipat lebih besar dibandingkan perempuan," jelas Dr Frandy, dalam edukasi kesehatan bertajuk Tangani Parkinson dengan Operasi Deep Brain Stimulation, di Jakarta, Selasa (26/4/2016).
 
Frandy menambahkan, parkinson juga disebabkan faktor genetik, namun tidak muncul di setiap keturunan.
 
Faktor lain yang meningkatkan risiko parkinson adalah paparan bahan kimia berbahaya, yakni karbon disulfida, insektisida, bahan pelarut cat, dan beberapa lem seperti
trichloroethylene (TCE) dan perchloroethylene (PERC).
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif