Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek--Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek--Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

Menkes Berharap Indonesia Meninggalkan Kebiasaan Impor

Rona menkes
Sunnaholomi Halakrispen • 11 September 2019 13:38
Jakarta: Produk kesehatan, mulai dari peralatan di rumah sakit hingga obat-obatan yang dikonsumsi masyarakat, masih belum berasal dari dalam negeri. Namun, perlahan, inovasi teknologi kesehatan dikembangkan dari berbagai pihak.
 
Sejumlah inovasi teknologi kesehatan pun dipamerkan dalam kegiatan bertema The First Technofarmalkes 2019: Indonesia Health Tech Innovation. Pada kegiatan yang didukung oleh Kementerian Kesehatan itu, diharapkan Indonesia bisa mulai meninggalkan kebiasaan impor keperluan kesehatan.
 
"Saya mengerti mungkin jika dijual ke luar masih sangat sulit. Tapi kenapa tidak untuk kita sendiri saja dulu," ujar Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek di The Sultan Hotel, Jakarta Selatan, Selasa, 10 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menkes menekankan, utamanya para tenaga medis di Indonesia bisa menggunakan produk dalam negeri yang tentunya telah berkualitas dan bermanfaat. Hal tersebut sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yakni perihal kemandirian.
 
Nila mengaku sedih apabila obat-obatan yang ada di Indonesia 100 persen berasal dari luar negeri atau diimpor.
 
"32 persen perusahaan farmasi lokal, 90 persen bahan dari impor, alat 90 persen impor, alat kesehatan dan obat dalam negeri menjadi tantangan," akunya.
 
Sistem kesehatan tersebut, kata Nila, tentu mendorong sistem nasional ikut berproses terkait dengan adanya impact kesehatan. Namun kembali lagi, ia menekankan bahwa banyak inovasi yang bisa dilakukan untuk mengupayakan pengembangan produk kesehatan buatan lokal.
 
"Nantinya (inovasi teknologi kesehatan) menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kalau sampai kassa steril saja dari import, itu sedih sekali. Tapi baju, masker, kita sudah punya," akunya.
 
Nila pun mengimbau agar rumah sakit di Indonesia memerhatikan Farmalkes yang tengah digalakkan tersebut. Penting nilainya, meskipun belum bisa menunjang peralatan kesehatan dengan teknologi tinggi. Tapi setidaknya, perlengkapan dasar yang cukup banyak digunakan.
 
"Jadi dari kassa steril, skrg itu bahkan sudah terinovasi, membuat alat anastesi sudah, alat USG buatan dalam negeri. Di tengah-tengah, itu ada tempat tidur, tempat ketika operasi, stand jantung, sudah banyak yang dibuat dan dipakai oleh kita sendiri," pungkasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif