Banyak orang yang menggunakan antibitok tanpa anjuran dokter sehingga menimbulkan resistensi pada suatu antibiotik.(Ilustrasi/Pexels).
Banyak orang yang menggunakan antibitok tanpa anjuran dokter sehingga menimbulkan resistensi pada suatu antibiotik.(Ilustrasi/Pexels).

Penyebab Munculnya Resistensi Antibiotik

Rona antibiotik
Kumara Anggita • 23 November 2019 12:19
Depok: Resistensi antibiotik bukan terjadi begitu saja melainkan karena kesalahan penggunaan.  Ketua KPRA, Dokter Hari Paraton menjelaskan bahwa  terdapat empat penyebab munculnya resistensi antibiotik antara lain:
 
Pemakaian Berlebihan (overused)
 
Overused terjadi karena kurangnya kontrol dari pihak pemberi antibiotik maupun inisiatif pengguna antibiotik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penggunaan Antibiotik Tanpa Indikasi  (misused)
 
Banyak orang yang menggunakan antibitok tanpa anjuran dokter sehingga menimbulkan resistensi pada suatu antibiotik.
 
Penggunaan di Bawah Dosis yang Dianjurkan (underused) 
 
Resistensi antibiotik bisa juga terjadi jika seseorang uang seharusnya rutin minum antibiotik, tetapi tidak mematuhi petunjuk penggunaan tersebut.
 
Transmisi Bakteri Resisten di Fasilitas Kesehatan
 
Hal ini terjadi akibat abainya menjalankan kewaspadaan universal. Masyarakat di sini berperan penting untuk memerangi resistensi antibiotik diantaranya adalah dengan melakukan beberapa hal antara lain:
 
- Tidak membeli sendiri antibiotik tanpa resep dokter. 
 
- Jika diberikan resep antibiotik, pastikan untuk menggunakannya sesuai dosis yang diinstruksikan dokter.
 
- Selesaikan program pengobatan, jangan lewatkan dosis apa pun, dan jangan minum yang diresepkan untuk orang lain. 
 
- Lakukan vaksinasi secara berkala untuk mengurangi kemungkinan terkena infeksi yang perlu diobati dengan antibiotik.
 
Saat ini, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) didukung oleh berbagai pihak seperti Kementrian Kesehatan RI, Kementrian Pertanian RI, World Health Organization Indonesia (WHO), Komite Pencegahan Resistensi Antimikroba Nasional (KPRA) dan pihak produsen obat ingin mencegah resitensi antibiotik ini dengan saling berkolaborasi pada berbagai sektor. Dengan seperti itu, diharapkan antibiotik nantinya bisa digunakan dengan bijak dan akhirnya tak merugikan kesehatan.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif