Si Kecil Mengiler, Kapan Wajar dan Kapan Perlu Diwaspadai?
Drooling (mengeces/ngiler) dapat disebabkan oleh karena produksi berlebihan dari air liur. (Foto: Brytny.com/Unsplash.com)
Jakarta: Banyak ibu yang masih menganggap bahwa ngiler atau ngeces pada bayinya adalah sebab dari mengidam saat hamil yang tidak terlaksana. Lalu kapan ngiler bagaimana yang wajar dan ngiler yang perlu diwaspadai?

Menurut dr. Robert Soetandio, SpA, M.Si.Med dari RS Awal Bros Tangerang mengatakan bahwa tidak benar penyebab ngiler atau mengeces pada bayi akibat dari ngidam yang tak terlaksanakan ketika hamil.

"Drooling (mengeces/ngiler) dapat disebabkan oleh karena produksi berlebihan dari air liur, ketidakmampuan mulut untuk menahan air liur, atau adanya gangguan dalam proses menelan. Drooling pada bayi dan balita masih dianggap normal jika ada pertumbuhan gigi, atau ada infeksi pernafasan atas dan alergi hidung (nasal)," ucap dr. Robert.


(Baca juga: Penanganan Tepat Bisul di Kepala Bayi)


("Drooling (mengeces/ngiler) dapat disebabkan oleh karena produksi berlebihan dari air liur, ketidakmampuan mulut untuk menahan air liur, atau adanya gangguan dalam proses menelan," papar dr. Robert Soetandio, SpA, M.Si.Med. Foto: Chelsea Ferenando/Unsplash.com)

Namun dr. Robert mengatakan bahwa tak perlu khawatir berlebih karena ini bisa berhenti. "Kejadian drooling akan berkurang dengan bertambahnya umur. Namun, jika ada kelainan perkembangan maka drooling dapat menetap," tukas dr. Robert.

Lalu, bagaimana melihat drooling yang perlu diwaspadai?

"Drooling yang tidak wajar adalah dapat terjadi pada anak dengan demam disertai penyakit infeksi saluran pernafasan atas, abses pada daerah tenggorokan, infeksi radang tenggorokan, dan penyakit mononukleosis."

Selanjutnya dr. Robert mengatakan bahwa drooling juga dapat terjadi pada anak dengan gangguan neurologi seperti serebral palsi, gangguan intelektual, sklrosis amyotropic lateral, tumor pada saluran pernafasan dan saluran cerna atas, penyakit parkinson, rabies, keracunan merkuri. Drooling yang tiba-tiba mungkin disebabkan oleh karena keracunan obat pestisida/merkuri, atau akibat minum beberapa jenis obat anti-nyeri.





(TIN)