Pria dengan kualitas sperma yang sehat ternyata juga bisa dilihat dari beberapa ciri-ciri yang menyertainya. Berikut ini petunjuknya. (Foto: Fabio Scaletta/Unsplash.com)
Pria dengan kualitas sperma yang sehat ternyata juga bisa dilihat dari beberapa ciri-ciri yang menyertainya. Berikut ini petunjuknya. (Foto: Fabio Scaletta/Unsplash.com)

Ciri-ciri Pria dengan Kualitas Sperma Sehat

Rona kesehatan
Dhaifurrakhman Abas • 28 Desember 2018 12:50
Jakarta: Setiap pria pasti menginginkan kualitas sperma yang sehat. Ini terkait dengan kesuburan pria yang berpeluang memiliki momongan lebih tinggi.
 
Untuk mengetahui kualitas sperma, umumnya dibutuhkan serangkaian uji sampel di laboratorium. Ketika dilihat dari mikroskop, kepala sperma yang normal berbentuk oval dengan panjang 4,0-5,5 mm dan lebar 2,5-3,5 mm.
 
Kondisi sperma yang baik juga dilihat dari leher yang berbentuk kurus berukuran 1-2 micrometer. Juga, memiliki kelincahan gerak (motilitas) mencapai 40 persen dari keseluruhan sperma.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kendati demikian, pria dengan kualitas sperma yang sehat ternyata juga bisa dilihat dari beberapa ciri-ciri yang menyertainya. Apa saja? Berikut beberapa ciri-ciri pria dengan sperma yang sehat mengutip Men's Health.
 
1. Pria dengan tubuh ideal
Sebenarnya, tubuh ideal yang dimaksud bukan berarti harus memiliki badan berotot dan six pack. Anda dikatakan memiliki sperma yang sehat ketika memiliki lingkar yang ideal di bagian pinggang dan perut.
 
Sebuah penelitian dari Belanda menemukan bahwa pria dengan lingkar pinggang 40 inci atau sedikit lebih, memiliki konsentrasi sperma yang bisa bergerak normal. Hal ini lebih baik ketimbang pria dengan lingkar pinggang yang kecil.
 
Sementara pria yang memiliki kelebihan berat badan justru akan mengganggu pelepasan hormon seks yang berhubungan pada produksi sperma. Kendati demikian, para ilmuwan ini mengaku masih harus melanjutkan penelitian agar mendapatkan hasil yang lebih valid.
 
Ciri-ciri Pria dengan Kualitas Sperma Sehat
(Jukka Kekalainen, Ph.D., penulis studi membeberkan hipotesisnya. Katanya, energi pembentuk hormon seksualitas pria yang tidak berwajah maskulin justru dialihkan ke dalam produksi seksual lainnya, seperti sperma yang ideal. Foto: Nicolas Jossi/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Studi: Sunat Tidak Pengaruhi Sensitivitas Organ Intim Pria)
 
2. Tidak berwajah maskulin
Sebagian pria mungkin bermimpi ingin memiliki paras wajah maskulin. Sebab wajah maskulin dianggap lebih ideal, jantan dan keren.
 
Meski begitu, bagi yang tak memilikinya tak perlu berkecil hati terhadap konstruksi sosial ini. Berita baiknya, penelitian dari Finlandia dan Spanyol menyebut pria yang tidak memiliki wajah maskulin justru menghasilkan sperma yang lebih sehat dan kuat ketimbang sebaliknya.
 
Jukka Kekalainen, Ph.D., penulis studi ini membeberkan hipotesisnya. Katanya, energi pembentuk hormon seksualitas pria yang tidak berwajah maskulin justru dialihkan ke dalam produksi seksual lainnya, seperti sperma yang ideal.
 
"Jadi, jika pria lebih banyak menggunakan sumber seksual untuk memproduksi sperma, dia mungkin hanya menyisakan sedikit energinya untuk mengembangkan ciri-ciri seksual pria ke arah maskulinitas wajah," ujarnya.
 
3. Nada suara tinggi
Pria dengan suara rendah memiliki sperma yang lebih sedikit ketika ejakulasi ketimbang pria bernada suara tinggi. Hal ini diungkapkan sebuah studi dari University of Western Australia.
 
Tingkat testosteron menjadi salah satu penjelasan inti dari studi ini. Menurut penulis studi, Leigh Simmons, testosteron yang lebih sedikit dikaitkan dengan pria yang memiliki fitur wajah yang lebih maskulin dan suara yang lebih rendah.
 
"Tetapi terlalu banyak ciri-ciri maskulin justru dapat menekan produksi sperma," katanya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif